Puailiggoubat Edisi 409 ( 1 - 14 Juni 2019)

Menunggu Realisasi Hutan Adat Mentawai

Sebanyak 12 wilayah adat uma di Kepulauan Mentawai seluas 10.999,70 hektar masuk dalam peta wilayah indikatif hutan adat fase 1 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Peluncuran peta indikatif hutan adat tersebeut dilakukan di Jakarta, Senin (27/5/2019).

Wilayah adat itu adalah uma Samongilailai, Saponduruk, Sirirui, Siripeigu, Satanduk, dan Saerejen di Siberut Utara. Lalu Uma Sapojai dan Samalelet di Siberut Selatan. Dan Uma Usut Ngaik Mato, Saureinu, Goiso Oinan dan Rokot di Sipora Utara. 

Direktur Yayasan Citra Mandiri Mentawai Rifai Lubis yang ikut dalam kegiatan tersebut menyatakan, wilayah adat uma yang masuk peta indikatif tersebut merupakan usulan masyarakat dampingan YCMM sebanyak delapan uma di Siberut dan empat usulannya dari AMAN Mentawai. 

“Satu usulan wilayah adat dampingan YCMM yang belum masuk adalah Wilayah Adat Uma Samalelet, kita belum tahu kenapa tidak masuk,” katanya kepada Puailiggoubat melalui pesan singkat, Senin (27/5/2019). 


BACA JUGA