Penghuni Lapas Ribut Saat Dirazia BNNP Sumbar

Penghuni Lapas Ribut Saat Dirazia BNNP Sumbar Sejumlah petugas BNNP Sumbar dan Kanwil Kemenkumhan menggeledah lemari warga binaan yang menempati Blok 7A, Rabu 16 Maret 2016 (Foto: Taufiq)

PADANG - Razia Badan Narkotoka Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat di Lapas Muaro Padang diwarnai keributan. Razia dihentikan pasca salah satu anggota BNNP dilemparai batu oleh salah seorang tahanan Lapas, Rabu (16/03/2016).

Kepala BNNP Sumbar, Ali Azhar membenarkan ada salah seorang anggota BNNP yang mengalami luka akibat kericuhan tersebut. "Ada yang memprovokasi pasca penolakan tes urine dari salah seorang tahanan," ujarnya.

Keributan tersebut mengakibatkan dua orang mengalami luka, satu dari BNNP dan satu orang lagi petugas Kemenhumkam, katanya.

Menurut Ali, pihaknya sudah mengetahui identitas provokator tersebut. Kita sudah minta pihak Lapas untuk menindaklanjuti," ungkapnya.

Data sementara, dari 36 penghuni Lapas, 12 diantaranya positif pemakai narkotika. "Kita menemukan sabu paket kecil, uang serta handphone. Itu baru data sementara. Belum semuanya kita periksa," jelasnya.

Selain itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Sumbar, Ansaruddin menilai hal biasa jika terjadi keributan. "Kita datang ramai-ramai. Jumlah penghuni Lapas itu mencapai 1025 orang dan 50 persen itu terlibat kasus narkotika, wajar saja mereka ribut," ujarnya kepada mentawaikita.com.

Kita dukung program BNNP dalam memberantas narkotika di Lapas, katanya.

Kepala Lapas Muaro, Desri mengatakan inseden tersebut sedang dirundingkan bersama BNNP, Kemenhukam dan Lapas. "Saya tidak berada dilokasi, sebagai petugas Lapas kami harus mengkondusifkan situasi," ujarnya.

(Taufiq)

BACA JUGA