Wakil Ketua DPRD: Kepala Desa Harus Hati-hati Mengelola ADD

Wakil Ketua DPRD Kepala Desa Harus Hatihati Mengelola ADD Suasana Rakerda bersama aparatur Desa di Hotel Viona, Kilometer 7, Sipora Utara, Rabu 16 Maret 2016 (Foto: Patris)

TUAPEIJAT -- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Mentawai, Nikanor Saguruk ingatkan kepala Desa agar berhati-hati dalam mengelola Alokasi Dana Desa (ADD).

Ia mengatakan, pengelolaan ADD harus jelas. "Pengelolan dana desa harus transparan dan akuntabel. Kepala Desa harus berhati-hati dalam mengelola anggaran. Jika anggaran disalahgunakan, maka akan berhadapan dengan penegak hukum," ujarnya dalam pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di aula Hotel Viona, kilometer 7, Sipora Utara, Rabu (16/03/2016).

Dia mencontohkan salah satu kepala daerah di Nias yang dikejar-kejar penegak hukum karena penyalahgunaan dana desa. "Jangan sampai kita terjerat hukum karena penyalahgunaan ADD," jelasnya.

Nikanor berharap kepala Desa dapat berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dalam pengelolaan dana desa. "Jangan main sendiri, harus banyak belajar. Jika ada kendala silahkan konsultasikan dengan pemerintah kecamatan atau yang berwenang," ungkapnya.

DPRD tidak akan memangkas anggaran yang sudah masuk ke pemerintah desa dan pihaknya akan tetap mendukung kinerja pemeritah desa, katanya.

Selain itu, Sekretaris daerah, Ifdil Gusti yang menggantikan Bupati untuk menghadiri pembukaan Rakerda tersebut mengatakan, kepala Desa juga harus teliti dalam mengelola ADD dan harus mau berinovasi dalam mengembangkan potensi yang ada.

"Kalau bisa dikembangkan untuk wirausaha, silahkan," ujarnya.

Rakerda dihadiri 129 orang, terdiri dari Camat, Sekdes, BPD serta tenaga pendamping desa yang akan berlangsung selama 3 hari, 16-18 Maret 2016. Dan juga dihadiri oleh Seminar Siritoitet Asisten I, Joko Kepala BMPKB dan juga Sukirman Kabag Pemdes.

(Patris)

BACA JUGA