Di Mentawai, Ongkos Jemput Raskin Lebih Mahal Dibanding Harga Beras

Di Mentawai Ongkos Jemput Raskin Lebih Mahal  Dibanding Harga Beras Warga Desa Makalo Pulau Pagai Kepulauan Mentawai sedang mengambil raskin di gudang tumpuk Kecamatan Sikakap. (Foto: Leo Marsen)

MENTAWAI--Warga Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai keberatan menjemput beras miskin (raskin) di gudang tumpuk Kecamatan Sikakap karena ongkos yang mereka keluarkan sangat besar.

Sundratin (37), warga Dusun Mapoupou, Desa Makalo, Pagai Selatan mengatakan, untuk menjemput raskin jatah warga yang berjumlah 132 kepala keluarga di Sikakap mereka menggunakan speed boat. Upah angkut Sikakap-Mapoupou Rp900 per kilogram per kepala keluarga dengan masing-masing mendapat 60 kilogram raskin yang dikemas dalam karung yang berisi 15 kilogram.

"Jadi harga raskin bersama upah angkut untuk 60 kilogram sebesar Rp150 ribu atau per karungnya Rp25 ribu, harga beras sendiri di gudang kecamatan Rp1.600 per kilogram," katanya kepada Puailiggoubat, Senin, 7 Maret

Menurut Sundratin, muatan dalam 1 speed boat yang menggunakan mesin 15 PK saat cuaca bagus mencapai 2,5 ton dengan lama tempuh perjananan sekira 2 jam. Ia menyebutkan tahun lalu beras mereka jemput di ibu kota kecamatan Pagai Selatan di Malakkopa, beban biaya sama saja.

Untuk memudahkan biaya, biasanya mereka patungan dengan warga lain dan sama-sama menyewa speed boat pengangkut beras.

Resa Saputra (35), warga yang menjemput beras untuk jatah Dusun Lagigi, Desa Bulasat menyebutkan, harga ditambah upah angkut sampai ke dusunnya untuk 45 kilogram beras dikenakan 132 ribu per kk.

Menurut Resa, harga beras menjadi mahal karena ongkos transportasi yang mereka keluarkan sangat besar. Jika beras dimiliki 83 kk dikalikan jumlah jatah 45 kilogram per kk dengan harga beras Rp1.600 per kilogram kemudian ditambah ongkos Rp60 ribu maka dana yang mesti dibayarkan warga sebesar Rp4.980.000.

Resa mengatakan, ongkos angkut yang dikenakan kepala dusun kepada warga terlalu mahal karena ongkos truk hanya menarik biaya angkut Rp5 ribu per karung. Jadi jika dikalikan 4 karung beras mestinya biaya angkutnya hanya Rp20 ribu untuk 4 karung beras sudah sampai di rumah di KM 39 Pagai Selatan.

"Sehingga kami memilih menjemput sendiri beras di Sikakap karena ongkosnya lebih murah dengan kongsi bersama warga lain," ujarnya.

Sementara Lasma, staf Kecamatan Pagai Selatan yang bertugas mendistribusikan raskin di gudang Sikakap mengatakan, jatah raskin di kecamatan mereka sebanyak 157,4 ton. Beras itu akan dibagi untuk 4 desa. Tiap kk di di Desa Sinaka dan Makalo mendapat 60 kilogram, sementara Desa Malakopa dan Bulasat mendapat 45 kilogram per kk.

Lasma menyebutkan, untuk memudahkan warga menjemput raskin, pada tahun lalu titik distribusi dilakukan di gudang kecamatan Pagai Selatan di Malakopa tapi justru warga makin kesulitan menjangkaunya apalagi warga dari daerah paling selatan. Beras yang didistribusikan sejak 1 Maret ini untuk jatah makan selama 6 bulan yakni Januari-Juni 2016.

(Leo Marsen)

BACA JUGA