Forum PRB Nilai Masyarakat Masih Gagap Respon Bahaya Tsunami

Forum PRB Nilai Masyarakat Masih Gagap Respon Bahaya Tsunami Warga Padang panik dan mengungsi saat gempa 2 Maret 2016. (Foto: Rus AKbar)

PADANG- Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Sumatera Barat mengajukan rekomendasi evaluasi kepada pemerintah pascagempa 2 Maret lalu. Mulai dari mobilitas evakuasi hingga pemberitaan media terhadap gempa yang berkekuatan 7.3 SR.

Ketua FPRB, Khalid Syaifulah menyampaikan, evaluasi tersebut untuk mencari pelajaran penting bagi kesiapan Sumbar dalam menanggapi bencana bahkan bencana yang lebih besar. "Kita harus bisa memetik pelajaran untuk ke depan," kata Khalid dalam diskusi Forum PRB Sumbar di Sekretariat Walhi Sumbar, 8 Maret.

Dikatakan Khalid, dalam diskusi ini semua elemen masyarakat hadir, agar dari keberagaman tersebut semakin banyak pelajaran yang bisa kita ambil.

Pengurus FPRB Sumbar, Lany Verayanti mengatakan, ada beberapa poin yang akan diserahkan ke pemerintah, manajemen instruksi yang harus satu komando baik dari pemerintahan dan instansi lain dalam pra hingga pascagempa, lalu media informasi kebencanaan dari nomor penting hingga jalur evakuasi sampai shelter, TEA ataupun TES.

Menurut Lany, terkait sosialisasi kebencanaan mulai dari peringatan dini, tindakan petugas, jalur evakuasi, TES dan TEA, masih terlihat adanya kebingungan masyarakat. "Kebingungan kemaren adanya ketidakpahaman masyarakat dalam mengamati penggunaan sirene yang sudah ada aturannya, dan jalur evakuasi, masyarakat lebih memilih daerah tinggi dari pada menuju TES terdekat," katanya.

Selain itu ia menambahkan, adanya peningkatan edukasi bencana yang lebih pada aparat keamanan seperti TNI dan Polri terutama dalam mobilitas evakuasi di jalanan.

Poin selanjutnya meminta KPI untuk mengevaluasi siaran dalam pemberitaan bencana kemaren. "Media lebih menjual kekuatan gempanya yang 8.3 SR padahal dengan jarak ratusan kilometer dari Padang kemungkinan tsunami besar itu sedikit tapi karena media masyarakat bertambah panik," katanya.

"Kita juga minta pemerintah untuk memperbaiki buoy yang banyak sudah rusak," ujarnya.

Taufiq Siddiq

BACA JUGA