Bawaslu Mentawai Tegaskan PTPS Harus Awasi Semua Proses Pemungutan Suara

Bawaslu Mentawai Tegaskan PTPS Harus Awasi Semua Proses Pemungutan Suara Nasrullah Siritoitet, Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas, Bawaslu Kabupaten Kepulauan Mentawai membuka acara Rapat Koordinasi Pengawasan Pemungutan Suara Untuk Pemilihan Umum Tahun 2024 . (Foto: Patrisius Sanene/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Bawaslu Kabupaten Kepulauan Mentawai menegaskan kepada pengawas pemilu terkhusus kepada Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) harus sudah hadir bertugas mulai dari awal pemungutan hingga selesai proses penghitungan suara ketika pada hari pelaksanaan pemilu Rabu, 14 Februari 2024. 

Hal itu disampaikan Nasrullah Siritoitet, Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas, Bawaslu Kabupaten Kepulauan Mentawai pada acara Rapat Koordinasi Pengawasan Pemungutan Suara Untuk Pemilihan Umum Tahun 2024 di Graha Viona, pada Sabtu, (3/2/2024).

“Ditegaskan kepada PTPS bahwa mereka harus hadir sebelum dan sesudah selesai penghitungan suara, artinya mulai dari penggeseran surat suara pengawas sudah mulai melaksanakan tugas, tidak boleh lalai atau terlewat sedikit pun mengawasi proses penyelenggaraan pemilu dan harus memastikan segala proses penyelenggaraan pemilu berjalan dengan lancar sesuai dengan tahapan aturan,” ujar Nasrul pada di selah acara berlangsung.

Narsul pun menegaskan PTPS tidak boleh meninggalkan TPS sebelum berakhir proses penghitungan suara di TPS. “Ada pun PTPS katakanlah akan makan, salat, harus ada penggantinya dan tidak boleh alpa dalam proses pemungutan dan penghitungan suara,” katanya.

Pada rapat Koordinasi Pengawasan Pemungutan Suara Untuk Pemilihan Umum Tahun 2024 tersebut juga pihak Bawaslu Kabupaten Kepulauan Mentawai memberikan pemahaman lebih kepada pengawas pemilu pada tingkat PTPS  kecamatan berupa simulasi pemungutan dan penghitungan suara.

Eki Butman, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Mentawai, menyampaikan teknis-teknis terkait proses pemungutan dan penghitungan suara. Kemudian dia juga menyampaikan soal mitigasi bencana. “Bahwa penting memperhatikan terkait dengan penentuan titik lokasi TPS terkait kemungkinan-kemungkinan potensi ancaman bencana di sekitar lokasi, seperti, longsor, banjir,” ujarnya. 

Pemungutan dan penghitungan suara kata Eki Butman adalah puncak dari penyelenggaraan pemilu. “Tanpa ada dukungan dari stakeholder lain maka pemilu tidak akan berjalan, semua perlu bersinergi dari stakeholder, media atau pun NGO Non-Governmental Organization,” katanya.

Kemudian Perius Sabaggalet Ketua Bawaslu Kabupaten Kepulauan Mentawai, memberikan arahan kepada panswa kecamatan yang hadir pada rakor agar pengawas di lapangan bekerja maksimal dan tidak lalai dalam melaksanakan pengawasan.

“Sebisa mungkin, jangan lalai dalam pengawasan, pengawalan logistic, harus bisa membangun komunikasi dengan PPK, bersinergi dengan stakeholder, sehingga sasaran kita satu arah. Kalau ada konflik selesaikan di lokasi jangan sampai lagi ke kecamatan, kemudian ke tingkat Bawaslu,” ujar Perius. 


BACA JUGA