Sidang MPL-PGI: Membangun Fondasi Politik Yang Bermoral dan Beretika

Sidang MPLPGI Membangun Fondasi Politik Yang Bermoral dan Beretika Pembukaan sidang MPL PGI di Mentawai. (Foto Patrius Sanene/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Pikiran pokok Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia 2024 (MPL-PGI) di Kabupaten Kepulauan Mentawai mengangkat isu terkait politik yang bermoral dan beretika serta berintegritas, hal itu dikatakan Pendeta Binsar Parlindungan Sababalat sebagai ketua panitia dalam pembukaan Sidang MPL-PGI 2024 pada Jumat, (26/1/2024) di Gereja Pniel Mandiri, Tuapeijat, Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Sidang MPL PGI 2024 dengan pilihan tema: “Aku adalah yang Awal dan yang Akhir” dengan pikiran pokok “Spiritualitas Keugaharian: Membangun Kehidupan Yang Demokratis dan Berkeadilan Serta Politik Yang Bermoral Dan Beretika”

Binsar mengatakan, momen ini menjadi kesempatan berkumpul untuk berpesta iman, penuh ucapan syukur, dan bersama-sama menjadikan bumi Mentawai mengabarkan sukacita dari Allah. “Puji syukur kepada Tuhan sidang MPL PGI di Mentawai ini menjadi momen saling menguatkan dan mengingatkan kita perlunya satu tubuh dalam payung PGI,” ucapnya.

Gereja Kristen Protestan Mentawai (GKPM) menyampaikan terima kasih dan rasa bangga kepada MPH PGI telah mempercayai Mentawai menjadi tuan rumah penyelenggara MPL PGI 2024, juga kepada seluruh panitia dan seluruh jemaat GKPM Pniel yang telah mendukung terselenggaranya sidang MPL PGI ini. “Mari membangun spiritualitas membangun kehidupan yang demokratis dan berkeadilan serta politik yang bermoral dan beretika,” katanya.

Pembukaan sidang MPL PGI 2024 dihadiri Ketua Umum PGI, Pendeta Gomar Gultom beserta Sekretaris Umum PGI, Dirjen Politik dan Pemerintahan Kemendagri, Tohap Simangunsong, Direktur Urusan Agama Kementerian Agama Amsal, Uskup Keuskupan Padang Vitus Rubianto Solichin . Kepala Badang Kesbangpol Sumbar, Erinaldi, Pj Bupati Mentawai, Ketua dan Anggota DPRD Mentawai, Forkompimda Mentawai, Pimpinan Sinode Gereja di Indonesia.

Uskup Keuskupan Padang, Vitus Rubianto Solichin yang hadir sekaligus atas nama Konferensi Wali Gereja (KWI) sebagai mitra kerja strategis PGI menyampaikan ucapan selamat dan dukungan sepenuhnya pada penyelenggaraan sidang MPL PGI.

Pada sidang MPL-PGI 2024 Uskup Padang menyampaikan harapannya agar gereja-gereja di Mentawai semakin disemangati untuk berjuang dan bergandengan tangan demi keadilan dan kesejahteraan umat kristiani dan masyarakat di Sumatera Barat terkhusus di Mentawai.

Uskup juga mengatakan pada Februari 2024 rakyat Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi untuk memilih wakil rakyat yang menjadi pesta demokrasi terbesar di Indonesia, dimana pada 2024 dinilainya akan menjadi tahun suhu politik yang tinggi.

“Dan segi ekonomi akan menguras anggaran pusat dan daerah yang begitu banyak mencapai puluhan triliunan, akan mubazir jika pemilu tidak bisa memunculkan orang yang bekerja untuk kesejahteraan rakyat banyak,” katanya.

Uskup mengutip ucapan Romo Prof. Dr. Franz Magnis Suseno, Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta bahwa Magnis Suseno optimis meyakini bahwa Indonesia masih tetap mempunyai masa depan yang cerah. 

Namun yang digaris bawahi soal korupsi dan kemerosotan etika demokrasi, dan kata dia kita harus kembali kepada integritas, kejujuran.

Perpolitikan itu bukan memenangkan orang tertentu tetapi memenangkan, menyelamatkan, memajukan bangsa Indonesia. Esensial dalam pesta demokrasi, kita membutuhkan calon-calon pemimpin yang mempunyai integritas kejujuran.

“Karena kejujuran adalah dasar integritas kepribadian moral yang kuat, tanpa kejujuran tidak dapat maju selangkah pun dalam kedewasaan, karena berarti belum berani menjadi diri kita sendiri,” ucapnya.

Dalam pesta demokrasi kata dia memilih untuk diam dan golput justru tanpa sadar bisa membuat kita ikut menyumbang pada sistem kekuasaan korup yang akan memanfaatkan kekosongan ini. 

Kepala Badan Kesbangpol Sumbar, Erinaldi yang mewakili Gubernur Sumbar pada pembukaan sidang berharap kontribusi pemikiran sidang bisa membantu pemerintah bisa membantu permasalahan nasional. “Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat kita perbuat untuk Mentawai, dan menghasilkan rekomendasinya untuk diaplikasi untuk kabupaten kepulauan Mentawai,” katanya pada sambutan.

Direktur Jendral Politik Pemerintahan Umum Kemendagri RI, Togap Simangunsong, pihaknya mengajak supaya lebih tinggi partisipasi pemilu di Mentawai, bahkan harus lebih tinggi secara nasional. “Indikator pemilu berhasil itu berlangsung aman, lancar, partisipasi yang tinggi, tidak terjadi konflik, tidak merusak persatuan, kemudian pelayanan masyarakat harus tetap berjalan dengan lancar meski ada tahapan pemilu,” ujar Togap.

Selanjutnya Amsal Yuwei dari Dirjen Urusan Agama Kristen, Kementerian Agama mengajak seluruh warga bangsa gereja memperkokoh NKRI yang adil dan sejahtera bagi semua ciptaan, kita diingatkan gereja berperan penting memperkuat pondasi NKRI.

Bahwa kata dia kita diingatkan membangun fondasi politik yang bermoral dan beretika, sehingga setiap langkah kebijakan yang diambil mencerminkan dari nilai luhur yang kita anut, dari tema ini mari kita merenungkan politik yang bersih dan jujur, bersih dan menyongsong pesta demokrasi.

“Politik bersih dan jujur pondasi utama dalam menciptakan tatanan politik yang mencerminkan nilai demokratis dan berkeadilan. Dalam menghadapi demokrasi kita harus bersama-sama membangun kesadaran, bahwa setiap tindakan politik memiliki dampak terhadap arah dan masa depan negeri,” ujarnya.

Sidang MPL-PGI akan berlangsung selama 3 hari mulai Jumat 26-29 Januari 2024 Sidang ini dihadiri dari berbagai perwakilan pimpinan Gereja Kristen dari seluruh Indonesia.


BACA JUGA