Warga Mengeluhkan Pembangunan Trans Mentawai Rogdok-Madobag Tak Ada Jalur Alternatif 

Warga Mengeluhkan Pembangunan Trans Mentawai RogdokMadobag Tak Ada Jalur Alternatif  Kondisi pembangunan jalan Trans Mentawai Rogdok-Madobag. (Foto: Hendrikus Bentar/Mentawaikita.com)

MADOBAG-Sejak dibangunnya jalan trans Mentawai Rogdok-Madobag Desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, warga mengeluhkan jalan yang dibangun tidak ada jalur alternatif masyarakat, bahkan kondisinya berlumpur.

"Saat ini pembangunan jalan menuju Desa Madobag dalam proses pengerjaan mereka mulai dari Dusun Malelet dan mereka sudah sampai di Dusun Madobag Desa Madobag, namun kondisi jalan saat ini bukannya diperbaiki namun bertambah rusak parah sebab kondisi jalan sangat becek dan berlumpur dan jembatan yang dibangun pun papannya sebagian hanya 3 sampai 4 lembar," kata Donatus, warga setempat kepada Mentawaikita.com, Sabtu (5/11)2022).

Kata Donatus, sepengetahuan dia saat ini dari pihak pemerintah baik itu kabupaten, kecamatan dan desa belum ada peninjauan di lapangan. “Kami tidak tahu kenapa, kami masyarakat dianggap seperti tak ada gunanya, sebab kita sampaikan masukan kepada pekerja di lapangan tidak mereka dengar,” katanya.

Donatus berharap jalan yang diperbaiki ini harus dikasih papan sebagai jalur jalan arternatif,agar masyarakat bisa jalan dengan roda dua, dan pejalan kaki bisa jalan dengan aman, ini jalan akses umum harus ada jalan arternatif. “Saya mendengar kontrak mereka mau habis, lalu menunggu lagi tahun 2023 jalan sudah rusak lagi," kata Donatus.

Selain itu kata Donatus, pemasangan rangka jembatan juga banyak yang salah sehingga banyak rangka yang rusak.  

Konsultan pengawas CV. Niashintaridho bersaudara Raka Putra mengatakan,untuk pembangunan jalan trans Mentawai Rogdok-Madobag saat ini dalam proses pengerjaan bobot kerja sudah 47 persen. “Untuk pemasangan rangka di setiap jembatan dalam proses. Pemasangan kerikil koral sekaligus cor hanya 1 km dari ujung timbunan Dusun Malelet, lalu jembatan tidak ada pengecoran hanya pemasangan rangka aja lalu ditimbun. 

Raka mengakui, kondisi jalan saat ini memang becek karena cuaca hujan terus ,untuk jalan arternatif tidak mereka buat karena tidak ada dalam kontrak kerja. “Jalan alternatif itu tidak ada dalam kontrak kerja dan tidak ada dananya,namun kalau untuk pembersihan jalan akan kami lakukan sebab ada dalam item kontrak," kata Raka.

Untuk proyek yang mereka kerjakan itu nilai dananya sebanyak Rp5 miliar. “Sedangkan untuk kontrak kami akan habis pada bulan 12 tahun ini, mudah-mudahan bisa terkejar dan cepat selesai,” ucapnya.

Dari pantauan Mentawaikita.com, kondisi jalan sangat parah, biasanya yang jualan ikan bisa lewat sampai di Dusun Madobag namun saat ini mereka menggunakan keranjang untuk menjual ikan kepada masyarakat dan anak-anak sekolah yang hendak berangkat sekolah baju mereka kotor, sebab lumpur d ijalan terlalu dalam, ada beberapa tempat lumpurnya sedalam 40 cm dari bekas galian alat berat. 


BACA JUGA