Mahasiswa Mentawai Desak UU Provinsi Sumatera Barat Direvisi

Mahasiswa Mentawai Desak UU Provinsi Sumatera Barat Direvisi Aksi mahasiswa Mentawai meminta UU Provinsi Sumbar direvisi. (Foto: Rus Akbar/Mentawaikita.com)

PADANG-Aliansi Mentawai Bersatu (AMB) melakukan demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), aksi itu dalam rangka peringatan Hari Masyarakat Adat Sedunia, mahasiswa meminta Undang-undang (UU) Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumbar yang tidak mengakomodir kebudayaan Mentawai segera direvisi.

“Kami tidak menumpang di Sumatera Barat, tapi mengapa kami dalam UU tersebut tidak mengakui kami,” ujar Ketua Aliansi Mentawai Bersatu, Yosafat Saumanuk,  saat orasi di depan kantor Gubernur Sumatera Barat, jalan Jenderal Sudirman, Selasa (9/8/2022)

Padahal, dalam Pasal 180 Ayat 2 Undang-undang Dasar 1945 telah dinyatakan bahwa negara mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak tradisionalnya sepanjang masing-masing hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diatur dalam UU. “Kami meminta Gubernur Sumbar beraudiensi dengan kami, supaya UU yang telah ditandatangani presiden itu, supaya kami bisa diakomodir dalam UU tersebut,” katanya.

Kepala Biro Pemerintahan Setdaprov Sumbar, Doni Rahmat Samulo mengatakan, Gubernur saat ini ada kegiatan di Sijunjung. Oleh karena itu, dia meminta peserta aksi untuk menjadwalkan pertemuan dengan Gubernur agar bisa melakukan audiensi.

Mendengar hal itu Juru Bicara Aliansi Mentawai Bersatu, Sabri Siritoitet, meminta kalau perlu Gubernur Sumbar berama Menteri Dalam Negeri M Tito Karnavian yang berkunjung ke Padang untuk menemuhi mereka karena Menteri Dalam Negeri juga terlibat dalam penetapan UU yang tidak mengakomodir masyarakat Mentawai. Mendagri yang menurut mereka saat ini berada di Padang untuk menghadiri kegiatan Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota se-Indonesia.

“Kami minta Gubernur dan Wakil Gubernur untuk menemui kami, dan membawa Mendagri yang saat ini ada di Padang untuk bertemu dengan kami,” jelasnya.

Dalam aksi tersebut beberapa mahasiswa Mentawai memakai pakaian adat mereka menggelar orasi bergantian.

BACA JUGA