Pasca Longsor dan Banjir Warga Betumonga Membersihkan Jalur

Pasca Longsor dan Banjir Warga Betumonga Membersihkan Jalur Kapolsek Sikakap bersama anggotanya melihat warga membersihkan kayu yang menimpa jalan. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

BETUMONGA-Dua hari pasca banjir dan longsor di Desa Betumonga, Kecamatan Pagai Utara, warga memmbangun jembatan darurat untuk membuka akses tiga dusun di Desa Betumonga, hal itu dikatakan oleh Kapolsek Sikakap, Iptu Yanuar, Rabu (27/7/2022)

“Selain jembatan roboh terseret sungai dan tanah longsor, banyak pohon-pohon yang tumbang sepanjang jalan menuju ke tiga dusun tersebut,” katanya.

Berita Terkait:

Jembatan Putus dan Longsor, 300 KK Desa Betu Monga Terisolasi

Selama perjalanan ke lokasi di tiga dusun, Betumonga Timur, Betumonga Selatan dan Betumonga Barat. “Sepanjang perjalanan saya melihat beberapa warga berjalan kaki, bahkan ada juga anak kecil ikut berjalan kaki ke jalan raya yang dibuat PT. MPL untuk pergi ke Desa Sikakap belanja kebutuhan pokok,” ujarnya.

Yanuar membenarkan akibat terputusnya jembatan dan tanah amblas membuat warga terisolasi, untuk memenuhi kebutuhan mereka warga harus berjalan sejauh tujuh kilometre. “Akibatnya akses Desa Betumonga terputus total,” ujarnya.

Untuk berjalan kaki saja warga harus melewati semak-semak dan batang pohon yang roboh menutupi badan jalan. Sekarang ini beberapa warga dibawah pimpinan Kaur Pemerintahan Desa Betu Monga  Alamsyah berusaha membuat jembatan darurat agar masyarakat bisa keluar dari keterisolirannya, dan kita berharap turun tangan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk  memperbaiki jalan yang ambruk tersebut supaya roda perekonomian masyarakat bisa berputar kembali karena sama-sama kita ketahui Betumonga juga salah satu desa penghasil pisang,” ucapnya.

 

BACA JUGA