Deddy Domar Siritoitet: Saya Akan Tetap Pertahankan Tanah Ulayat Kami

Deddy Domar Siritoitet Saya Akan Tetap Pertahankan Tanah Ulayat Kami Hasil penebangan kayu milik Koperasi Minyak Atsiri Mentawai di Silabau tahun lalu. (Foto: ist)

SIKAKAP-Deddy Domar Siritoitet (29), warga asal Desa Silabu, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai tinggal di Dusun Muara Taikako Barat, dan keluarga  menolak kayu diolah oleh Koperasi Minyak Atsiri Mentawai. Deddy Domar Siritoitet mengaku keturunan dari Malarus Siritoitet dan Rojar Maini keduanya asal Desa Silabu.

Akibat penolakan yang dilakukan oleh Deddy, dia mendapat intimidasi dari warga Desa Silabu yang pro terhadap Koperasi Minyak Atsiri Mentawai seperti kejadian pada hari Senin (10/1/2022) dia dijemput dari rumah ibunya Rojar Maini, dan ada yang bilang dia tidak memiliki hak di tanah Ulayat di Desa Silabu, walaupun mendapat intimidasi seperti itu Deddy Domar bertekad akan tetap mempertahankan tanah ulayat keluarganya agar tidak diambil kayunya oleh Koperasi Minyak Atsiri Mentawai.

"Saya akan tetap pertahankan tanah ulayat milik keluarga saya yang ada di Desa Silabu, walaupun ada yang mengatakan saya tidak ada hak di tanah ulayat di Desa Silabu, saya memiliki ranji keturunan," kata Deddy Domar Siritoitet kepada mentawaikita.com, Selasa (18/1/2022).

Deddy mengungkapkan, bapaknya bernama Maralus Siritoitet asal dari Desa Silabu, dan ibunya Rojar Maini asal Silabu dan campuran Siberut. “Senin (10/1) lalu, saya sempat dipanggil oleh beberapa orang warga Desa Silabu yang lagi berkumpul, kejadiannya sekitar pukul 11.00  WIB, waktu itu saya lewat lewat dekat warga yang berkumpul, saya dipanggil tapi tidak saya hiraukan, saya langsung ke rumah ibu saya yang tinggal di Hunian Tetap, Dusun Silabu Utara,” terangnya.

Tak lama sampai di rumah ibunya datang beberapa orang ke rumah ibu untuk menjemputnya agar dia datang ke tempat warga Desa Silabu yang lagi berkumpul, ditempat itu ada sekitar 100 orang warga Desa Silabu yang berkumpul. Diantara beberapa orang yang datang itu ada juga Kepala Dusun Silabu Utara bernama Suhadi. “Karena saya menghargai kepala dusun maka saya datang ke tempat warga Desa Silabu yang lagi berkumpul. Saat saya disana saya sempat diberi ceramah ada yang mengatakan tidak ada hak saya di Desa Silabu, tapi dia tidak menyebutkan hak apa, apakah itu hak tanah atau lainnya,” ujarnya.

Lanjut Deddy, yang jelas dia akan tetap mempertahankan hak tanah ulayat keluarganya, agar tidak diambil kayunya oleh siapa saja, sekarang ini kegiatan penebangan tetap dilakukan oleh Koperasi Minyak Atsiri Mentawai. “Padahal menurut saya masalah tapal batas belum selesai, tapi di lokasi tanah ulayat keluarga saya belum terjadi penebangan kayu karena belum mendapat izin dari pihak kami, penebangan kayu sekarang ke petak 11," ucapnya.


BACA JUGA