Setelah Terpublikasi, Desa Bojakan Realisasikan Bantuan Ternak Babi

Setelah Terpublikasi Desa Bojakan Realisasikan Bantuan Ternak Babi Musyawarah penyelesaian bantuan kelompok ternak babi yang sempat tak dibayarkan (Foto: Sandro Sapotuk)

BOJAKAN-Setelah terpublikasi ke media terkait belum terealisasinya semua bantuan ternak babi kepada anggota kelompok masyarakat, akhirnya anggota kelompok ternak, tokoh masyarakat dan pemerintah desa menggelar rapat bersama soal penyelesaian laporan tersebut.

"Awalnya masyarakat tidak ribut. Namun setelah ditelusuri ternyata masih ada yang belum menerima meski kepala desa mengatakan sudah merealisasikan semua anggaran bantuan,” kata Sandro Sapotuk salah seorang tokoh masyarakat pada Mentawaikita.com, Sabtu (15/1/2022).

Dijelaskan Sandro, di dalam rapat bersama anggota kelompok ternak babi yang belum menerima bantuan mengatakan bahwa belum menerima bantuan baik dalam bentuk uang tunai maupun dalam bentuk barang.

Berita Sebelumnya:

Bantuan Ternak Babi Bojakaan Diduga Tak Menerima Semua Anggota Kelompok 

"Setelah ditelusuri ternyata uang itu masih ada ditangan sekdes. Dan kita minta untuk diselesaikan pembayarannya kepada masyarakat dan membuat berita acara yang diketahui kepala desa dan ketua BPD", jelasnya.

Berdasarkan berita acara yang dibuat di kantor Desa Bojakan Kecamatan Siberut Utara, sekretaris Desa, Silvester langsung membayarkan bantuan ternak babi pada enam orang anggota kelompok masyarakat masing-masing sebesar Rp3,9 juta, total dana yang dibayarkan Rp23,4 juta. "Sudah terealisasi kepada masyarakat penerima bantuan", kata Sandro.

Sebelumnya persoalan ini bermula dari penyampaian salah seorang anggota kelompok yang belum menerima bantuan hingga memasuki Januari 2022 dan namanya terdaftar sebagai penerima bantuan. Dari penyampaian hal tersebut ketika Mentawaikita.com mengkonfirmasi kepada kepala desa Bojakan, Paulus Ngauk mengatakan bahwa bantuan ternak babi sudah terealisasi 100 persen.

Ketika hal ini dikonfirmasi balik pada anggota kelompok yang menerima bantuan ternyata belum terealisasi seperti yang disampaikan kepala desa. 


BACA JUGA