Satu Lagi Korban Hilang Perahu Pompong Terbalik di Sikabaluan Ditemukan

Satu Lagi Korban Hilang  Perahu Pompong Terbalik di Sikabaluan Ditemukan Korban kedua yang hilang di muara Sikabaluan ditemukan. (Foto: Dokumentasi Polsek Sikabaluan)

SIKABALUAN-Korban kedua yang hilang terbawa arus pada kejadian terbaliknya perahu pompong di pintu sungai Muara Sikabaluan pada Sabtu (18/12/2021)  kembali ditemukan tim pencari gabungan dari SAR Mentawai, TNI-Polri, dan masyarakat atas nama Gefami (8) sekira pukul 16.00 WIB di sekitar pintu muara Sikabaluan pada Senin (20/12/2021).

"Korban hanyut kedua sudah berhasil ditemukan," kata Kapolsek Sikabaluan, Iptu. Edi Surya Darman pada Mentawaikita.com, Senin (20/12/2021).

Korban ditemukan mengapung dalam kondisi terlentang dengan baju warna merah dan celana pendek merah hitam.

"Korban langsung diantarkan ke rumah duka di Subelen," kata Iptu. Edi Surya.

Dengan ditemukannya korban kedua, dua korban hanyut dalam kejadian perahu pompong yang terbalik di pintu muara sungai Sikabaluan berhasil ditemukan. Kedua korban hanyut tersebut merupakan ayah dan anak, Keilak Saguruk (50) dan Gefami Saguruk (8).

Berdasarkan penuturan korban selamat dalam kejadian terbaliknya perahu pompong mengatakan perahu pompong sebelum terbalik awalnya dihantam ombak yang mengakibatkan mati mesin. Dalam kondisi mati mesin ombak kedua kembali datang dan membuat perahu karam dan ombak ketiga membuat perahu terbalik.

"Saat terbalik kami semua masih berusaha berenang menuju tepi tapi sulit karena arus sungai deras," kata Silvi (16) salah seorang penumpang selamat.

Silvi sendiri mengaku karena kesulitan berenang menuju tepi terpaksa membuka jaketnya dalam keadaan diombang-ambing gelombang. Saat pertama terbalik, Gefami (8) sedang dipegang oleh ibunya, Pilke Tasilipet (35). Karena melihat istri dan anaknya kesulitan menuju bibir pantai, Keilak Saguruk (50), suami Pilke meminta anaknya Gefami untuk dibawa ke tepi.

"Setelah kaki kami semua sudah memijak tanah dengan kondisi air seatas pinggang kami melihat si bajak (Keilak Saguruk) dengan si adek (Gefami) sudah tidak ada. Kami lihat dan panggil-panggil tidak muncul dan tidak menyahut", katanya.

Sementara Isma (15) penumpang selamat lainnya mengatakan saat keluar pintu sungai Muara Sikabaluan yang kondisinya hujan, gelombang tinggi dan arus sungai yang deras membuat pompong mudah terbalik.

"Pompong tidak bisa balik karena air sungai deras sementara ombak besar dan tidak beraturan. Kami berenang dari lokasi pompong terbalik ada sekitar 100 hingga 150 meter," katanya.

BACA JUGA