BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi, Nelayan di Mentawai Diminta Waspada

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Nelayan di Mentawai Diminta Waspada Nelayan di Mentawai sedang menyiapkan jaring. BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang laut tinggi dan meminta nelayan mewaspadai cuaca saat akan melaut. (Foto: Patrisius Sanene/Mentawaikita.com)

PADANG—Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan dini  waspada gelombang tinggi di wilayah perairan barat Sumatera Barat dan timur Mentawai, Sabtu (18/12/2021).

Waspada gelombang dengan ketinggian 0.10 - 2.00  meter berpeluang terjadi di wilayah perairan barat  Sumbar dan Perairan Timur Mentawai, lalu gelombang laut 1.50 - 3.75 meter berpeluang terjadi di perairan utara Siberut dan gelombang laut 1.25 - 3.30 meter berpeluang terjadi di perairan pesisir Bengkulu.

Selain itu, BMKG juga memprediksi gelombang laut 1.50 - 3.60 meter berpeluang terjadi di perairan barat Mentawai, perairan Samudera Hindia barat Sumbar hingga Samudera Hindia barat Bengkulu.

BMKG meminta nelayan mewaspadai ketinggian gelombang lebih dari 1.26 meter, sementara kapal tongkang ketinggian lebih dari 1.50 meter dan kapal ferry mewaspadai gelombang lebih dai 2.50 meter.

Menurut BMKG, siklon tropis RAI (925 hPa) terpantau di perairan timur Filipina memberikan dampak terhadap ketinggian gelombang di wilayah perairan timur Indonesia. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Barat Laut - Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 30 knot sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 4 - 20 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka, Perairan Riau, Perairan p. Simeulue, Perairan Kep. Nias, dan Perairan Kep. Mentawai. Sedangkan untuk wilayah Perairan Sumatera Barat dan Bengkulu diperkirakan terjadi pola angin siklonik pada wilayah selatan perairan Kep. Mentawai.

BACA JUGA