140 Nelayan Tradisional Terima Bantuan Mesin Boat 4 PK

140 Nelayan Tradisional Terima Bantuan Mesin Boat 4 PK Kepala Dinas Perikanan Mentawai Usman Labai disaksikan anggota DPRD Mentawai menyerahkan bantuan mesin boat kepada kelompok nelayan. (Foto:Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP-Dinas Perikanan (DP) Kabupaten Kepulauan Mentawai salurkan 140 unit mesin boat 4 PK merk Yamaha kepada 140 nelayan tradisional di Pagai Utara Selatan (PUS). Mesin boat tersebut bersumber dari dananya dari Pokok Pikiran (Pokir) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2021.

"140 nelayan tradisional yang menerima bantuan  mesin boat 4 PK merupakan anggota-anggota kelompok nelayan yang ada di PUS, di PUS sebanyak 12 kelompok nelayan tradisional yang mendapatkan bantuan mesin boat dari dana Pokir anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2021"ungkap Usman Labai, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kamis (2/12/2021). 

Usman menyebutkan, di Kecamatan Pagai Selatan 8 kelompok yakni kelompok nelayan Silepak Tiboi sebanyak 10 unit, Repdemkai sebanyak 13 unit, Keret Baga sebanyak 13 unit, Abak Sibau sebanyak 12 unit, Ngenaenta sebanyak  10 unit, Karonan Baga sebanyak 10 unit, Tunang Bosua Baga sebanyak 10 unit, dan Simariuriu sebanyak 10 unit.

Kecamatan Sikakap 2 kelompok yakni kelompok nelayan Ombaga Simaeruk sebanyak 10 unit, kelompok nelayan Kau Mincak sebanyak 12 unit. Kecamatan Pagai Utara sebanyak 2 kelompok tradisional yakni kelompok nelayan Riuriu Ake 01 sebanyak 20 unit, dan kelompok nelayan Kiddi Simeru sebanyak 10 unit.

"Bantuan mesin ini merupakan bantuan hibah, walaupun begitu bantuan ini jangan dijual, atau disalahgunakan, dengan adanya bantuan mesin boat hendaknya dapat meningkatkan ekonomi nelayan sehingga para nelayan bisa menyekolahkan anaknya sampai ke perguruan tinggi, dan bisa untuk menabung,"jelasnya.

Parsaoran Simanjuntak, anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai menyebutkan, tujuan dari bantuan mesin boat diberikan kepada nelayan tradisional agar daya jangkau nelayan tradisional dalam mencari ikan lebih jauh lagi, dulunya hanya di sekitar perairan desanya sekarang bisa pergi ke perairan desa lain. "Harapan kita kepada nelayan tradisional yang menerima bantuan agar mempergunakan bantuan mesin boat ini betul-betul untuk melaut, jangan pergunakan untuk kepentingan lain, seperti mencari pasir atau lainnya, sehingga mesin boat ini cepat rusaknya,"ungkapnya.

Salimi, anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai menambahkan, pengalamannya saat mencari ikan di perairan Desa Sikakap, banyak nelayan tradisional yang tidak mempunyai mesin boat,  sehingga mereka mencari ikan terpaksa mendayung, sehingga hasil dari tangkapan nelayan bisa dihitung dengan jari hal ini disebabkan karena nelayan tradisional menangkap ikan hanya sekitar perairan Desa Sikakap saja.

“Akibatnya penghasilan nelayan tradisional hanya cukup untuk makan sehari-hari saja, bahkan modal ransum tidak keluar, akibat tidak dapat ikan,harapan saya dengan adanya bantuan mesin boat ini dapat meningkatkan ekonomi nelayan, sehingga mereka dapat menyekolahkan anaknya,dan dapat menabung untuk biaya kesehatan dan lainnya," tuturnya. 

Andar Sabelau, Camat Pagai Selatan mengatakan, setelah serah terima langsung pergunakan mesin boat ini untuk melaut, jangan disimpan dan jangan pergunakan untuk kepentingan lain. “Mesin boat ini jangan sampai dijual, kalau ada yang menjual mesin boat bantuan ini pembeli dan penjual bisa di penjara,” katanya.

Sementara Danramil 04 Sikakap Kapten Ing Putra Damanik menekankan, jangan sampai mesin boat bantuan ini dibawa tidur di rumah, apalagi dijual, kalau sempat dijual dapat informasi mereka akan langsung turun ke lapangan untuk memastikan hal itu, kalau terbukti terjadi penjualan maka bisa dituntut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

"Bantuan diberikan tapi hasil nol, maksudnya bantuan diberikan tapi tidak digunakan, mesin boat bantuan dibiarkan tersimpan dalam kartonnya, dan diletakkan di atas lorong rumah, setelah itu lalu dijual, hal ini terjadi dikarenakan orang yang mendapat bantuan dia bukan nelayan tapi petani,” ujarnya. 

Linus, Ketua kelompok nelayan Ombaga Simeruk, Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap menyebutkan, anggota kelompok banyaknya 10 orang, bantuan mesin boat 4 PK yang diterima sebanyak 10 unit. "Selama ini anggota kelompok Ombaga Simaeruk pergi ke laut mendayung, akibatnya pergi melaut terpaksa di sekitar perairan Desa Sikakap, dengan mendapat bantuan ini akan kami pergunakan semaksimal mungkin,"ucapnya.

Dalam penyerahan mesin di kantor pertemuan UPTD Pelabuhan Perikanan Wilayah III Sikakap di saksikan oleh empat orang anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai yakni Salimi, Parsaoran Simanjuntak, AK Roberthyl Saogo, Suhendra Sababalat, Kepala Dinas Perikanan Usman Labai, Kepala Bidang Usaha dan Teknologi Perikanan Kabupaten Kepulauan Mentawai Rudi Syorga Hutapea.

Juga dihadiri oleh Camat Pagai Selatan Andar Sabelau, Camat Sikakap Viktor, Danramil 04 Sikakap Kapten Inf Putra Damanik,Waka Polsek Sikakap Ipda Yanuar, Dan Pos Kamla Sikakap Peltu Dwi Wahyono, Kepala Desa Sikakap San Andi Iklas,Kepala Desa Makalo Delti Hardi, Kepala Desa Bulasat Liber Taileleu.

 


BACA JUGA