BI Buka Pelayanan Tukar Miliaran Rupiah di Daerah 3T

BI Buka Pelayanan Tukar Miliaran Rupiah di Daerah 3T Edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah yang dilakukan oleh Tim Kas Keliling BI di SMAN 1 PUS. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP-Agar masyarakat di daerah Terdepan, Terluar, Terpencil (3T) dapat menukarkan uang rupiah yang lusuh, robek, atau rusak Bank Indonesia (BI) membuka penukaran uang sebanyak Rp4,35 miliar. BI uang tersebut dibawa dengan menggunakan KRI Bontang dengan nomor lambung 907.

Daerah 3T yang dikunjungi BI ada enam lokasi yakni Pulau Enggano, Desa Sikakap, Polaga Dusun Seay Baru, Tuapeijat, Maileppet, dan Sikabaluan.

Selain melayani penukaran uang di Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai Tim Kas Keliling BI juga memberikan sosialisasi terhadap Siswa dan majelis guru SMAN 1 PUS edukasi cinta, bangga, paham rupiah.

"Kunjungan BI ke enam tempat berakhir sampai tanggal 29 November, daerah 3T yang dikunjungi, total uang dibawa Rp4.350 M, selain memberikan pelayanan tukar uang Tim Kas Keliling BI juga memberikan edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah kepada guru dan siswa SMAN 1 PUS,"kata Yose Rizal, ketua Tim Kas keliling BI, Rabu (24/11/2021).

Kegiatan ini kata Yose, untuk mempermudah masyarakat di daerah 3T untuk mendapatkan pelayanan tukar rupiah, kategori rupiah yang bisa ditukar yakni uang koin ditukar dengan uang kertas, uang kertas yang sudah lusuh, robek, atau rusak.

Waktu edukasi BI juga memberikan doorprize kepada siswa atau guru yang bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh narasumber, ungkapnya.

Reza Prabu, narasumber edukasi menyebutkan, tujuan dari  sosialisasi memberikan rasa cinta, bangga dan paham rupiah kepada masyarakat dan generasi penerus bangsa, rupiah merupakan pengikat persatuan bangsa Indonesia.

Ada 5 yang tidak perlu dilakukan pada uang jangan dilipat, simpan uang rupiahnya pakai dompet atau tas, kedua jangan diremas, ketiga jangan dilem, keempat jangan di coret, kelima jangan basah. “Ada istilah 3D untuk  memastikan rupiah itu asli, yakni dilihat, diraba, uang rupiah asli tulisannya agak timbul, sementara uang rupiah palsu polos saja, dan ketiga diterawang, kalau rupiah asli waktu diterawang ada gambar pahlawan, kalau uang rupiah palsu waktu diterawang tidak ada gambar pahlawannya,” jelasnya.

Guru SMAN 1 PUS Muhammad Hendra Rahim menyebutkan, dengan adanya sosialisasi atau edukasi yang diberikan oleh tim kas keliling BI tahu apa yang harus dilakukan terhadap uang rupiah. “Selama ini dalam menyimpan rupiah kita selalu melipat langsung dimasukkan ke dalam kantong celana, rupanya hal itu tidak boleh dilakukan,” ungkapnya.


BACA JUGA