Uskup Mgr. Vitus Rubianto: Mari Merawat Kebhinnekaan di Mentawai

Uskup Mgr Vitus Rubianto Mari Merawat Kebhinnekaan di Mentawai Uskup Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX, pada acara silahturami kebangsaan dengan pejabat Pemda Mentawai, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan Forkopimda di Tuapeijat. (Foto: Patrisius/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT- Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX, Uskup Keuskupan Padang yang baru ditasbihkan 7 Oktober 2021 lalu mengaku senang dan kagum melihat perkembangan kemajuan di Mentawai karena Uskup Rubianto pernah tinggal di Siberut Mentawai pada 28 tahun lalu saat masih menjadi mahasiswa (frater).

“Benar bahwa saya pernah tinggal di Mentawai 28 tahun yang lalu waktu mahasiswa, tidak pernah membayangkan Mentawai menjadi kabupaten seperti saat ini dengan semangat semua pihak untuk membela masyarakat Mentawai, tetapi benar bahwa komitmen itu yang penting dari pada pemimpin terutama kalau ini satu bentuk satu profesionalisme,” ujar Mgr. Dr Vitus Rubianto Solichin, SX saat berkunjung ke Tuapeijat, Sipora Utara, Mentawai pada 8 November lalu.

Pada kesempatan itu, Mgr Rubi, panggilan Uskup Vitus Rubianto, berharap para pemimpin agama terdepan memegang komitmen menanamkan dan mengembangkan kebhinnekaan dan persatuan.

“Cita-cita kita semua mewujudkan silaturahmi kebhinnekaan sudah dimulai di Mentawai,“ katanya.

Kunjungan Uskup baru Keuskupan Padang, Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX. di Tuapeijat merupakan kunjungan perdananya ke Mentawai setelah dirinya ditahbiskan menjadi Uskup Padang menggantikan uskup Mgr. Martinus D. Situmorang, OFM Cap, yang meninggal dunia pada 19 November 2019 setelah mengalami tahta lowong (sece vacante) selama 1 tahun 11 bulan.

Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX. ditahbiskan di Gereja Katedral Santa Theresia Kanak-kanak Yesus di Padang Sumatera Barat oleh Duta Besar Vatikan untuk Republik Indonesia, Mgr. Piero Pioppo.

Keuskupan Padang sebagai wilayah administratif Gereja Katolik Roma –satu dari 37 keuskupan di Indonesia –mencakup wilayah Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Riau, dan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Dalam kunjungannya ke Tuapeijat, selain melaksanakan misa di Gereja Santo Petrus Tuapeijat, Uskup Rubi juga menyempatkan diri bersilahturami dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, pejabat Pemda Mentawai, instansi  vertikal atau Forkopimda Kepulauan Mentawai.

Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet mengaku bangga dengan kedatangan Uskup Rubi dan menjelaskan selama menjabat kepala daerah selalu merangkul dan bekerja sama dengan pimpinan instansi vertikal.

“Tidak ada persoalan yang menggesek sana sini, kita sudah bercampur di sini dan sudah beragam, itulah modal kami untuk membangun Mentawai, walaupun Mentawai masuk daerah 3T tapi kami optimis, itu menjadi kegembiraan kami semua, persudaraan kami di sini, kehidupan kami menembus dinding perbedaan, tanpa melihat adanya perbedaan untuk membangun Mentawai,” kata Yudas.

Tingginya sikap toleransi di Mentawai juga karena didukung oleh TNI POLRI untuk menciptakan situasi supaya aman dan menjadi baik di kabupaten Kepulauan Mentawai. “Meski pun status kami 3T tetapi saya punya harapan dan keyakinan memiliki  cita-cita bagaimana kita sejajar untuk berkehidupan berbangsa ini,” ujar Yudas.

Masdan, Kepala Kantor Kemenag Kepulauan Mentawai menjelaskan hal sama bahwa nilai kebersamaan, kerukunan, satu dengan yang lain ini sudah tertanam dengan baik.

“Tentu inilah cita-cita kita bersama untuk membangun negara ini dengan kebersamaan, perlu kami sampaikan kepada Bapa Uskup bahwa nilai kebersamaan kami di Mentawai, kerukunan, satu dengan yang lain ini sudah tertanam dengan baik, ini tetap kita berikan motivasi terbaik menjaga kerukunan, menjaga kebersamaan, kemudian agar kita tetap bersatu dalam keberagaman,” ujar Masdan.

BACA JUGA