Warga Sikakap Temukan Mayat Gadis Sudah Membusuk 

Warga Sikakap Temukan Mayat Gadis Sudah Membusuk  Kepala Desa Makalo Delti Hardi memakai baju batik melihat jasad NT saat disemayamkan. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP- Rahmat (12) dan Ikbal (11) warga Dusun Seay Baru, Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai saat mencari kayu api menemukan sesosok mayat sudah tidak utuh tergeletak dalam sebuah rumah kosong. 

Sekira pukul 08.00 WIB kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada warga dan langsung menuju ke lokasi. Saat tiba di lokasi jasad yang ditemukan itu sudah membusuk, tubuh dan kepala sudah terpisah sejauh tiga meter dengan kondisi kepala tinggal tengkorak. 

Kepala Dusun Seay Baru Deni Setiawan mengatakan, mayat ditemukan oleh dua orang anak laki-laki bernama Rahmat (12) dan Ikbal (11), kedua anak ini lagi mencari kayu sekitar rumah kosong tersebut, tiba-tiba salah seorang dari anak laki-laki tersebut melihat ke dalam kamar dan terkejut ada ada mayat yang terlentang, melihat hal tersebut dia langsung mengajak temannya lari untuk menjauh dari rumah kosong tersebut. 

"Kedua anak tersebut didampingi oleh beberapa warga datang ke rumah saya untuk memberitahu ada penemuan mayat, untuk memastikan temuan tersebut saya langsung ke lokasi, dan melihat ada mayat di rumah kosong, saya langsung melaporkan kejadian ke Polsek Sikakap, sebelum Kapolsek Sikakap datang saya berusaha mencegah orang datang kerumah kosong tersebut,” katanya, Selasa (19/10/2021) 

Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi menjelaskan dekat mayat itu ada seutas tali nilon yang terikat di salah satu kayu atap rumah, mayat memakai kaos lengan panjang dan celana kaos panjang, atau baju tidur. "Dugaan sementara ini adalah kasus bunuh diri, mayat merupakan perempuan, sesuai oleh TKP dan keterangan dari saksi-saksi dan teman dekat mayat," kata  Tirto. 

Tirto menambahkan, kalau dilihat bentuk dan keadaan tubuh, meninggalnya sudah lebih dari dua minggu. "Tubuh, tulang rahang dan kepala mayat sudah kita satukan, untuk memastikan nama dan identitas mayat sekarang ini kita lagi menunggunya. Sesuai hasil keterangan saksi dan temannya mayat perempuan merupakan warga Dusun Mapoupou, Desa Makalo, Kecamatan Pagai Selatan, terakhir bertemu sama teman-temannya NT  meninggalkan pesan mungkin besok kita tidak ketemu lagi, tapi kita tetap berteman,"ungkapnya. 

Bima Hendrawan (18), mantan pacarnya menyebutkan, melihat sandal dan baju yang dikenakan oleh si mayat dugaan nya mayat tersebut berinisial NT (17). “Terakhir saya ketemu dengan NT pada 26 September lalu, sekitar pukul 23.00 WIB, malam itu saya sempat mengajak NT jalan-jalan menggunakan sepeda motor sekitar Dusun Seay Baru, sekitar pukul 24.00 WIB saya berencana mengantarkan NT ke tempat kosnya di Dusun Berkat Baru, tapi NT tidak mau,” terangnya. 

Bima mengakui dia pacaran dengan NT sejak akhir Mei lalu, karena tidak diizinkan dengan orang tua Bima akhirnya mereka putus. “Hubungan kami tidak disetujui orang tua saya, saya sering minta putus kepada NT, tapi NT tidak mau terima, sampai terakhir kami ketemu maka NT berpesan kepada saya NT akan ke Padang dan pulang bulan Desember, pulang untuk menikah, sejak 26 September itu saya tidak ketemu lagi sama NT,” ujarnya. 

Sejak 26 September itu Bima tidak pernah lagi ketemu dengan NT, dan hari ini ditemukan mayat dengan ciri-ciri NT. “Saya hanya mengenal sandalnya, sebab waktu terakhir ketemu NT pakai sandal jepit merek swallow warna hitam, karena keadaan baju sudah kumal sehingga saya tidak tahu warna bajunya, waktu terakhir ketemu NT pakai baju tidur warna biru lengan panjang, dan celana juga warna biru panjang atau baju tidur satu set," katanya sambil mengusap air mata.  

Mila (18) teman NT mengatakan, sebelum NT pergi NT meninggalkan pesan mungkin dia tidak akan bertemu lagi. “Tapi kita tetap berteman, itulah pesan terakhir NT, setelah itu saya tidak pernah ketemu lagi dengan NT,” tuturnya. 

Kepala Desa Makalo, Delti Hardi mengatakan dia mendapat kabar kejadian itu sekira pukul 10.00 WIB dan NT merupakan warganya anak dari Arnis Taileleu (56) dan Marnita Samaloisa (50). “Kita langsung minta warga untuk menemui orang tuanya, di Dusun Mapoupou, untuk memastikan apakah itu jasad NT atau bukan, saya langsung pergi ke Dusun Seay Baru tempat dimana ditemukan mayat NT, sementara orang tua NT baru sampai ke Dusun Seay Baru sekitar pukul 13.00 WIB dengan menggunakan boat milik pemerintah Desa Makalo,"kata Delti.  

Lanjut Delti, sampai Dusun Seay Baru, jasad NT sudah disemayamkan di gedung serbaguna Dusun Seay Baru. "Sesuai pengakuan dari orang tua NT memang itu anaknya dengan melihat baju dan sandal yang ditemukan di lokasi kejadian, NT kami bawa ke Dusun Mapoupou, untuk dikuburkan, sebab di sana sudah menunggu keluarganya,"ungkapnya. 

Jasad NT dibawa ke Dusun Mapoupou dengan menggunakan boat milik pemerintah Desa Makalo untuk dikuburkan hari ini Selasa (19/10) sekitar pukul 14.30 WIB. 


BACA JUGA