Pembangunan TPA di Muara Siberut Terkendala Covid

Pembangunan TPA di Muara Siberut Terkendala Covid Tumpukan sampah di Muara Siberut. (Foto: Hendrikus Bentar/Mentawaikita.com)

MUARASIBERUT-Pengelolaan sampah masih menjadi persoalan di pusat Kecamatan Siberut Selatan namun rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang berlokasi di jalan Trans Mentawai Majobulu seluas 4 hektar sampai saat ini belum terealisasi karena Covid-19.

Akhirnya warga masih saja membuang sampah sembarangan yang makin memperburuk wajah ibu kecamatan Siberut Selatan.

"Tahun lalu empat pemerintah desa sudah mengalokasikan anggaran untuk membeli tanah dipotong anggarannya minta sudah dianggarkan setiap pemerintah desa akan dipotong anggaran untuk membeli tanah di daerah dekat jalan trans Mentawai Majobulu namun karena terkendala Covid saat ini belum ada realisasinya dan Tim dari Lingkungan hidup belum datang melihat lokasi untuk kelanjutannya," kata Camat Siberut Selatan, Hijon kepada Mentawaikita.com, Senin (18/10/2021).

Empat desa yang  ikut menyumbang untuk membeli tanah lokasi TPA seluas 4 hektar adalah Desa Madobag, Desa Muara Siberut, Desa Muntei dan Desa Maileppet, masing-masing menyumbang Rp20 juta dari anggaran desa.

“Tanahnya sudah ada dan sudah dibayar ke pemiliknya menunggu dibersihkan namun saat ini tertunda karena Covid-19,” katanya.

Sementara Kepala Desa Muara Siberut Andrya Budi Agung mengakui sampah masih masalah besar di Muara Siberut namun belum ada TPA untuk menampung sampah.

"Kita inginnya ada TPA namun kami dari Pemerintah Desa Muara Siberut ke depan akan ada program setiap kepala keluarga akan mengolah sampah, dan kami akan rencanakan berapa tenaga kerja yang dibutuhkan, dan peralatan apa saja yang digunakan, untuk becak pengangkut sampah sudah dan sudah digunakan tapi,namun target kita harus secepatnya penanganan sampah ini dan harus dilaksanakan," kata Andrya.

Salah seorang warga Muara Siberut, Dedi, mengatakan sampah di Muara Siberut semakin parah dan berserakan karena tak ada pembuangan.

“Hampir semua masyarakat Muara Siberut buang sampah di laut tanpa membakar, mau kita larang tidak bisa, mau kita suruh bakar kata orang di sekitar pantai ada sarang walet, makanya sampah dibiarkan saja berserakan, pernah saya kumpulkan sampah dari simpang Bank Nagari sampai di tepi sungai pelabuhan sampan, dan itu tidak cukup harus ada pembuangan, penanganan sampah Muara Siberut harus cepat, kita malu pendatang datang berkunjung tapi sampah dimana mana," kata Dedi kepada Mentawaikita.com, Sabtu (16/9/2021).

Dia berharap pemerintah desa lebih aktif meminta warganya mengumpulkan sampah karena dia melihat saat ini tidak ada sama sekali aksi.

Seorang nelayan, Ali Sabere mengatakan, hampir semua warga Muara Siberut membuang sampah di laut, terkadang ada juga masyarakat yang membakar.

"Sampah yang dibuang akan terbawa pasang surut ke laut sehingga sampah itu banyak di laut tempat kami mencari ikan, kalau kita gali pasir pasti sampah banyak, walaupun banyak sampah kami sebagai nelayan tetap menikmati keadaan dan mencari ikan di laut sebagai mata pencarian utama kami," kata Ali.

BACA JUGA