Mengajar Target Vaksinasi Demi Sekolah Tatap Muka

Mengajar Target Vaksinasi Demi Sekolah Tatap Muka Vaksinator Puskesmas Sikabaluan melakukan vaksinasi di SMPN 4 Siberut Utara. (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Setelah selesai mengikuti pemeriksaan kesehatan, Theresia Vivi berjalan menuju meja berikutnya untuk menerima vaksin pertama yang dilaksanakan di sekolahnya, SMPN 4 Siberut Utara yang terletak di Dusun Malancan Desa Malancan Kecamatan Siberut Utara, Jumat (15/10/2021).

Petugas meja vaksinator Puskesmas Sikabaluan yang akan memberikan suntik vaksin perdana memeriksa kartu vaksin. Setelah selesai Theresia mendapat vaksin perdana.

"Masih di meja pemeriksaan kesehatan, jantung sudah bergoyang kuat. Apalagi setelah di meja vaksin," katanya. Dikatakan Theresia, setelah menerima vaksin bahu kirinya terasa ngilu.

Hal yang sama dikatakan Olivia, pelajar SMPN 4 Siberut Utara lainnya. Setelah menerima vaksin lengan kirinya terasa ngilu karena ditusuk jarum vaksin. “ Ngilu. Terasa sakit saat ditusuk sama suntik dan ditarik," katanya.

Kepala SMPN 4 Siberut Utara, Bermen Alfa Edison mengatakan pelaksanaan vaksinasi di sekolah agar semua siswanya yang layak menerima vaksin dapat mengikuti proses belajar mengajar secara penuh karena selama ini siswa SMPN 4 Siberut Utara hanya belajar secara tatap muka terbatas.

"Kita mengikuti instruksi dari pemerintah," katanya pada Mentawaikita.com, Jumat (15/10/2021).

Lebihlanjut dikatakan Bermen Alfa Ediaon, selama proses belajar mengajar secara terbatas pembelajaran dibagi dalam dua gelombang belajar sehingga siswa dan guru merasa tidak masimal dalam memberikan pelajaran dan menerima pelajaran.

"Setelah vaksinasi ini kita akan coba melakukan proses belajar mengajar secara penuh dan menambah jam belajar dimana biasanya keluar jam 10 kita tingkatkan menjadi jam 11," katanya.

Kapolsek Sikabaluan, Iptu. Edi Surya yang ikut mendampingi pelaksanaan vaksinasi di SMPN 4 Siberut Utara kepada pelajar mengatakan agar kesempatan untuk mendapar vaksinasi gratis dari pemerintah dapat diterima bila hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim vaksinator layak.

"Pemerintah mulai memberlakukan syarat sertifikat vaksin maka kesempatan untuk menerima vaksin secara gratis dapat diterima agar kedepan ketika vaksin gratis sudah habis dan berbayar pelajar akan kesulitan," katanya.

Sementara Kepala Puskesmas Sikabaluan, Kristiani mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan terdapat pelajar yang harus ditunda pemberian vaksin karena sedang mengalami sakit.

"Ada pelajar yang sedang batuk dan gejala batuknya sudah lama," katanya pada Mentawaikita.com.

Berdasarkan data sekolah untuk jumlah siswa SMPN 4 Siberut Utara, pelajar kelas I sebanyak 35 orang, kelas II sebanyak 27 orang dan pelajar kelas III sebanyak 22 orang. Sementara dalam pelaksanaan vaksinasi perdana pelaksanaan pelajar yang berhasil menerima vaksin sebanyak 81 orang dimana laki-laki 40 orang dan perempuan 41 orang.

BACA JUGA