Pencarian Gresensia, Bocah Hanyut di Sungai Matobe Libatkan Paranormal

Pencarian Gresensia Bocah Hanyut di Sungai Matobe Libatkan Paranormal Sesajen yang diletakkan di lokasi jatuhnya Gresensia di pinggir sungai Matobe. (Foto: Rus/Mentawaikita.com)

SIKAKAP—Pencarian Gresensia Saogo, bocah 5 tahun yang terjatuh ke sungai Matobe sejak Senin (11/10/2021) lalu melibatkan paranormal di hari kedua. Boni Fasius Saogo (40), ayah Gresensia meletakkan sesajen di pinggir sungai tepat di lokasi anaknya jatuh.

Sesajen berisi telur ayam yang sudah direbus diletakkan di atas daun pisang, dan bunga kembang sepatu. Pemberian sesajen diyakini dapat membantu proses pencarian Gresensia. Boni tampak memanggil nama anaknya beberapa kali.

Setelah meletakkan sesajen, Boni tampak tertunduk sesekali mengusap air matanya yang jatuh ke pipi, sementara Maria Gustiranda (24), sang ibu hanya bisa berdiri di atas jembatan kayu sambil menangis menyaksikan pencarian putrinya oleh Tim Basarnas Mentawai, dibantu anggota Koramil 04 Sikakap, anggota DanPos Kamla Sikakap, Polsek Sikakap, Pemerintah Desa Matobe, dan warga Desa Matobe.

"Kemaren sekitar pukul 09.00 WIB anak saya bersama beberapa temannya bermain-main di atas jembatan kayu ini, tiba-tiba anak saya tergelincir lalu terjatuh ke dalam sungai waktu itu air sungainya lagi deras, lalu anak saya terseret air deras tersebut," kata Boni sambil mengusap air matanya, Selasa (12/10/2021).

Korban ini merupakan anak keempat dari enam bersaudara, saat terbawa arus abangnya Nikolaus Tyson Saogo (13) sempat mencoba menolong adiknya. "Ada dua kali dia (korban) menangkap akar entah kayu, namun karena air deras dia akar yang dipegangnya terputus dan terbawa arus," katanya

Kata Boni, Gresensia masih sempat menolong berteriak minta tolong sama abangnya namun setelah sejauh 100 meter yang nampak tinggal kepalanya lalu hilang terbawa arus.

Kasiops Kantor Pencarian dan Pertolongan Orang Kabupaten Kepulauan Mentawai, Hendri mengatakan ada 10 orang anggotanya mencari korban di sungai dibantuk TNI dan polisi serta BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai dan ratusan masyarakat mencari.

"Kita membagi lima tim pencarian yaitu di sungai bagian kiri dan kanan, bagian pantai, serta laut radius 100 meter, nanti 100 meter ke atas akan dikerahkan perahu karet. Pencarian akan dilakukan sampai tujuh hari hilangnya korban," ucapnya.

Gresensia ini hilang terseret arus sungai kemari sekira pukul 09.00 WIB, warga sudah melakukan pencarian di sungai tersebut sampai sore namun tidak ditemukan, bahkan sudah mengerahkan orang pintar dan jaring untuk menangkap korban namun belum menghasilkan. Hari ini merupakan hari kedua pencarian.

BACA JUGA