Pembenahan Jaringan Air Bersih di Tuapeijat

Pembenahan Jaringan Air Bersih di Tuapeijat Reservoir Kilometer 6, Sipora Utara sudah dibangun. (Foto: Patrisius Sanene/Mentawai.com)

TUAPEIJAT-Pembenahan dan perbaikan jaringan air PAM di Tuapeijat, SiporaUtara terus dilakukan agar masyarakat mendapat layanan dasar yang sejak dulu sempat mandek. Tuapeijat sebagai pusat Kabupaten Kepulauan Mentawai kerap kesulitan mendapatkan air bersih apalagi pada musim kemarau panjang.

Pembenahan pun dilakukan dengan perbaikan jaringan pipa yang rusak, perbaikan dan pembangunan reservoir di beberapa titik utama agar semua mendapatkan layanan air bersih di Tuapeijat. Perbaikan jaringan dan pembenahan komponen pendistribusian air membutuhkan waktu dan anggaran yang cukup besar.

Data yang diperoleh sebelumnya, jumlah reservoir yang ada di Tuapeijat sebanyak 8 unit. Delapan titik lokasi  reservoir tersebut berada di komplek Kodim Mentawai Kilometer 9, SP 3, lingkungan Pesantren Kilometer 8, SP2, daerah Kilometer 6, Mapaddegat, TPI dan Kilometer 1, saat ini reservoir yang sedang diperbaiki berada di Kilometer 6 dengan kapasitas 300 ton.

“Depan simpang SP.2 kita targetkan dua minggu ke depan kita sambungkan,” kata Arjon Pasaribu, Kepala Bidang Cipta Karya dan Bina Konstruksi Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Mentawai pada, Kamis,(7/10/2021).

Arjon mengatakan permintaan masyarakat sangat tinggi, namun pihaknya tetap memahaminya karena merupakan kebutuhan dasar untuk mendapatkan sumber air, dan dia pun berharap kepada masyarakat dan kepala desa memberikan sosisalisasi kepada masyarakat bahwa saat ini sedang sedang proses pembenahan dari pekerjaan sebelumnya.

“Kita sedang berupaya dan sedang berusaha melakukan perbaikan jaringan, kita dapat DAK APBN, kita bertahap dan kita akan tuntaskan dan tahun 2022 kita berharap 92 persen Sipora Utara,” katanya.

Pembenahan soal air, kata Arjon menjadi komitmennya untuk pembenahan layanan dasar kepada masyarakat sejak masih di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kabupaten Kepulauan Mentawai.

“Kita justru semuanya langsung mendapat layanan, tetapi perlu diketahui keuangan kita itu bertahap, bahwa kemampuan keuangan kita tahun ini tidak semua langsung kita realisasikan pekerjaannya, semua terus berproses, semua pasti akan kita layani, kami bukan tidak bertindak tetapi sedang berproses,” ucap Arjon.

Penataan dan pembenahan ini perlu memastikan jalur pendistribusian yang benar, apalagi penanganan air sebelumny dikerjakan carut marut dari awal, harapannya jalur utama ini mulai dari Kilometer 12 hingga Kilometer 1 tuntas tahun 2021.

”Perlahan-lahan kita kerjakan apalagi, kita pastikan jaringan ada, sehingga masyarakat dapat terlayani,” kata Arjon.

Tahun ini sudah ada 695 sambungan rumah, terlayani 675. “Ke depan kita rancang sistem online, kita sudah kerja sama dengan bank dan keuangan juga jadi kita bayar via handphone saja kita berharap 2022 air sudah tuntas.” katanya.

BACA JUGA