Tidak ada BPJS Kesehatan, Korija Samaurau, Penderita Pembesaran di leher Meninggal di Rumah

Tidak ada BPJS Kesehatan Korija Samaurau Penderita Pembesaran di leher Meninggal di Rumah Korija saat dijenguk Danramil Sikakap Kapten INF Putra Damanik dan anggota beserta Waka Polsek Sikakap Ipda Yanuar dan anggotanya, Senin (4/10/2021) sesaat sebelum meninggal. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP--Korija Samaurau (25), wanita asal Salappa Siberut Selatan yang tinggal di Dusun Taikako Hulu Desa Taikako Kecamatan Sikakap, Mentawai meninggal dunia Senin siang (04/10/2021) akibat sakit pembesaran leher yang sudah diderita sejak tahun lalu. Tidak adanya biaya membuatnya tidak sempat dirawat di rumah sakit.

Selama sakit, Korija dirawat suaminya, Asriel Samongilailai (38) di rumahnya yang sangat sederhana bersama dua anak perempuannya, sulung berumur 8 tahun dan yang bungsu berumur 9 bulan. Asriel tak bisa membawa istrinya berobat karena tidak ada BPJS Kesehatan

Sesaat sebelum meninggal, Danramil Sikakap Kapten INF Putra Damanik beserta dua anggota Koramil 04 Sikakap beserta Waka Polsek Sikakap Ipda Yanuar dan empat orang anggotanya mengunjungi rumahnya untuk menghantarkan sembako.

"Dari hasil kunjungan kita ke rumah Ibu Korija,  suaminya mengatakan hanya satu kali dibawa ke puskesmas, itupun di Puskesmas Siberut karena tidak memiliki BPJS Kesehatan, dan terpaksa dirawat di rumahnya," kata Ipda Yanuar usai menjenguk Korija.

Menurut dia, keluarga Korija tergolong tidak mampu karena tinggal di rumah sederhana tanpa listrik. Pihaknya mengetahui kondisi Korija dari unggahan media sosial. “Kami tergugah datang bersama Danramil, kami berencana akan membuatkan BPJS Kesehatan dan Korija bisa dirawat di rumah sakit di Padang, tapi Tuhan berkehendak lain, 30 menit setelah kedatangan kita ke rumah Korija meninggal dunia, ungkapnya.

Sementara Kapten INF Putra Damanik, mengatakan kunjungannya ke rumah Korija selain dalam rangka bakti sosial TNI dan Polri, juga wujud kepedulian TNI Polri kepada masyarakat.

Sementara Asriel Samongilailai mengatakan, pekerjaannya bertani dengan hasil tidak tetap. Karena itu sulit baginya membawa Korija berobat ke rumah sakit.

Menurut dia, Korija sudah setahun lebih sakit. Selama itu, hanya sekali dibawa berobat ke puskesmas, setelah itu menjalani pengobatan tradisional di Taikako.

Karena ketidakmampuan ekonomi saya maka Korija terpaksa harus dirawat di rumah, kadang-kadang datang petugas kesehatan dari desa untuk memberikan obat, ingin sekali saya membawa istri berobat di rumah sakit ke Padang tapi tak ada BPJS, uang pun tidak ada, untuk makan saja susah, terima kasih atas keperdulian TNI-POLRI yang sudah datang ke rumah saya ini," tuturnya.

 

BACA JUGA