34 Siswa Asal Mentawai Diterima Kuliah Pariwisata di Jakarta Lewat Jalur Beasiswa

34 Siswa Asal Mentawai Diterima Kuliah Pariwisata di Jakarta Lewat Jalur Beasiswa Pelepasan siswa bersama orang tua disanggar Uma Jaraik sikerei Desa Muntei. (Foto: Hendrikus/Mentawaikita.com)

MUNTEI-Sebanyak 34 remaja Mentawai diterima kuliah di Sekolah Tinggi  Pariwisata Trisakti Jakarta (STP) lewat beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah Merdeka (KIP Kuliah Merdeka), semua biaya akan ditanggung oleh pihak kampus. Siswa yang lulus tersebut dilepas di sanggar Uma Jaraik Sikerei Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai pada Minggu (26/8/2021.

"Hari ini kita melaksanakan pelepasan siswa yang didampingi oleh orang tua, pihak kecamatan, Pemdes dan Korwil Dinas Pendidikan. 34 siswa akan ditanggung sampai selesai kuliah termasuk uang saku ditanggung dalam sebulan Rp1,4 juta. Sebelumnya sudah orang Mentawai yang kuliah di kampus STP tersebut sekarang sudah semester 6, dan sudah ada juga calon mahasiswa S2 yang kuliah,” kata Ketua Sanggar Uma Jaraik Sikerei Yosep Sagari kepada Mentawaikita.com.

Ada beberapa jurusan yang diambil siswa, lima orang jurusan usaha perjalanan wisata (UPW), lima jurusan perhotelan dan 24 orang jurusan hospitality pariwisata. “Kita sudah kerja sama dengan orang tua, bersama dengan korwil dan camat dan sanggar Uma Jaraik Sikerei, mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi bersama,tahun depan masih ada perekrutan tergantung berapa kuota kita di sanggar atau di Mentawai,” terangnya.

Persyaratan untuk masuk kuliah di STP Jakarta sama dengan yang lain mereka daftar secara online dulu kalau sudah lulus baru nanti bukti fisik berkas akan diserahkan ke sanggar Uma Jaraik Sikerei dan mereka akan dibina menjadi anggota sanggar. “Ini dilakukan saat kuliah ke kampus tidak canggung lagi menampilkan budaya Mentawai dan tidak canggung lagi berbahasa Mentawai, semua fasilitas alat musik, pakaian adat Mentawai semua disiapkan oleh sanggar,” katanya.

Tamatan yang diterima tersebut ada yang sudah tahun tamat dari SMK maupun SMA. Mereka ini berasal dari berbagai daerah ada yang dari Sikakap, Siberut Utara, Sipora, Siberut dari pantai barat seperti Simatalu.

Yosep mengharapkan ketika mereka tamat, mereka bisa menciptakan suatu peluang,terutama investasi pariwisata di Mentawai.

Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Mentawai Jendam Purba menambahkan harapan empat tahun kedepan sudah banyak yang mengembangkan pariwisata. “"Harapan kita kepada anak-anak kita ini ketika sudah ada di kampus jangan malu berbahasa Mentawai dan mengakui suku atau umanya karena kita Mentawai harus bangga," kata Ridwan. 

BACA JUGA