Polisi Tangkap Pelaku Judi Togel dan Narkoba di Sipora

Polisi Tangkap Pelaku Judi Togel dan Narkoba di Sipora Kapolres Kepulauan Mentawai, AKBP Mu'at (tengah) menunjukkan barang bukti narkotika jenis sabu (Foto: Patris/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Kepolisian Resor Kepulauan Mentawai menangkap tiga orang pelaku judi toto gelap (togel) berinisial JS (28) warga Takuman, RF(21) warga Pabobokat, Desa Sioban, KRM(48) di sebuah rumah di Dusun Sagitci, Desa Nemnemleleu, Kecamatan Sipora Selatan pada Sabtu, (28/8/2021). 

Kemudian polisi juga menangkap pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu berinisial SS(28) di sebuah pondok yang berada di Dusun Paddarai, Desa Sioban pada Minggu,(5/9/2021).

Kapolres Kepulauan Mentawai, AKBP Mu’at menjelaskan para pelaku judi togel dan penyalahgunaan narkoba sudah berstatus tersangka, kini para pelaku tersebut sudah dijebloskan di rumah tahanan Polres Kepulauan Mentawai.

“Benar kita telah menindak dan mengamankan tiga orang pelaku judi togel, dan satu orang pelaku penyalahgunaan narkoba,” kata Kapolres Kepulauan Mentawai, AKBP Mu’at pada konferensi pers Mako Polres Kepulauan Mentawai pada Rabu, (8/9/2021) didampingi Kasat Reskrim Polres Kepulauan Mentawai Iptu Donny Putra, Kasat Res Narkoba, Iptu Hendri Bayola

Dari tangan pelaku, barang bukti yang telah diamankan oleh polisi terkait kasus judi togel yakni satu unit ponsel, satu tas selempang, mesin penghitung jenis kalkulator, lembaran kertas yang berisi rekap nomor togel.

Tiga orang pelaku judi togel tersebut, dua orang diantaranya memiliki peran yakni mengumpulkan nomor togel, kemudian ada yang menyediakan tempat permainannya. Terhadap tiga orang pelaku judi togel tersebut dijerat pasal 303 ayat (1) angka ke 2 huruf e jo pasal 55 ayat 1 KUHPidana.

Sementara terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba, polisi mengantongi barang bukti yang diduga narkoba golongan I jenis sabu yang terbungkus dalam plastik kecil. Pasal yang disangkakan kepada tersangka yakni pasal 114 ayat 1 jo pasal 112 ayat (1) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Terhadap tindakan penyalahgunaan narkoba tersebut pelaku mendapat ancaman hukum paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. Dijelaskan Kasatres Narkoba, Iptu Hendri Bayola bahwa pelaku penyalahgunaan narkoba SS(28) sudah lama menjadi target operasi (TO).

“Sebelumnya terhadap tersangka pernah ditankap, namun belum menemukan barang bukti, tapi saat ini sudah berhasil kita tangkap dengan barang bukti yang disimpan di bawah tempat tidur atas kecermatan personil kita melakukan penggeledahan,” ujar Iptu Hendri. 

Dari penjelasan Iptu Hendri, berdasarkan keterangan yang diperoleh pelaku, narkotika jenis sabu-sabu tersebut diperoleh dari seseorang yang datang dari Padang.

Terhadap kasus narkoba, Kapolres Kepulauan Mentawai menegaskan dalam penindakan tidak akan memandang siapa pun. “Kita komitmen untuk menindak siapapun termasuk anggota kita yang melakukan perilaku yang kontraproduktif yang merugikan masyarakat, dan sudah banyak anggota yang diberhentikan dan sudah ada contohnya, dan kemarin sudah ada perwira kita tindak,” pungkasnya. 


BACA JUGA