Sopir Barang Positif Covid-19 Lolos Masuk Sikabaluan

Sopir Barang Positif Covid19 Lolos Masuk Sikabaluan Petugas medis dari Puskesmas Muara Siberut melakukan pemeriksaan terhadap warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 (Foto : Bambang/MentawaiKita)

SIKABALUAN-Arizona (39) salah seorang sopir barang pedagang di Sikabaluan Kecamatan Siberut Utara yang beralamat di Jl. Perjuangan 5 No.10 Siteba Padang yang terkonfirmasi Positif covid-19 berhasil masuk pelabuhan Pokai dengan mengelabui petugas di Pelabuhan Bungus Teluk Kabung Padang.

"Dia masuk pelabuhan untuk dapat berlayar ke Pokai memakai surat keterangan telah mengikuti swab, belum hasil swab," kata Sertu. Kennedy F Purba, Babinsa Koramil 01 Sikabaluan pada MentawaiKita.com, Rabu (28/7/2021).

Sertu. Kennedy F Purba mengatakan kasus dengan indikasi pemalsuan dokumen kerap terjadi dan dilakukan di KMP. Gambolo sehingga petugas di pelabuhan Pokai kesulitan untuk melakukan penjaringan.

"Saat semua penumpang kita periksa ternyata banyak yang terindikasi memalsukan dokumen, Dari data yang ada kita klarifikasi ke Azizi sebagai sumber yang mengeluarkan hasil keterangan setelah di labor Unand Padang ternyata banyak yang palsu, Arizona ini ternyata terkonfirmasi positif covid-19," ujarnya.

Arizona saat masuk di Pelabuhan Pokai mengantarkan barang milik pedagang di Dusun Muara Sikabaluan pada Selasa (27/7/2021) pagi dan kembali ke Padang pada sore hari menggunakan KMP. Gambolo.

Kasus sopir barang pedagang yang terkonfirmasi positif covid-19 ini terjadi yang kedua kalinya. Dimana kasus pertama atas nama Rian. Rian masuk tanpa memakai surat dan diminta mengikuti swab tes di pelabuhan Pokai yang diadakan pihak Puskesmas Sikabaluan. Hasil swab dikirim ke Labor Unand Padang dan hasilnya positif.

Kepala Dinas Kesehatan Mentawai sekaligus juru bicara satgas pencegahan dan penanggulangan Covid-19 Mentawai, Lahmuddin Siregar mengatakan perlu adanya ketelitian dan pemeriksaan dari petugas dipelabuhan agar pihak yang belum memiliki syarat untuk masuk Mentawai tidak dapat melakukan perjalanan.

"Perlu ada pengawasan yang ketat di pelabuhan," katanya. 


BACA JUGA