Gedung Karantina Pelabuhan Pokai Dipakai Perdana Untuk Siswa Yang Terpapar Covid-19

Gedung Karantina Pelabuhan Pokai Dipakai Perdana Untuk Siswa Yang Terpapar Covid19 Petugas kesehatan Puskesmas Sikabaluan sedang pendataan pasien positif covid-19 yang dikarantina di gedung karantina pelabuhan Pokai. (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Kepala Desa Muara Sikabaluan Kecamatan Siberut Utara, Aprijon memberikan pesan singkat di WAG PPKM Desa Muara Sikabaluan sekira pukul 16.00 WIB tentang pemindahan pelajar dari luar Desa Muara Sikabaluan yang terkonfirmasi positif covid-19 ke gedung karantina pelabuhan Pokai Desa Muara Sikabaluan.

Gedung karantina pelabuhan Pokai direhab dan disekat menjadi enam ruang untuk tempat karantina pada 2020 melalui program Dinas Perhubungan Mentawai. Sejak dibuat 2020 belum digunakan. Meski belum digunakan, atap gedung awalnya gudang pelabuhan bocor di semua bagian. 

Karena makin melonjaknya kasus covid-19 di wilayah Puskesmas Sikabaluan, pemerintah desa bekerja sama dengan kecamatan, puskesmas, kepolisian, TNI dan syahbandar melakukan goro bersama untuk melakukan pembersihan dan perbaikan. Dan perdana digunakan untuk karantina pelajar yang terkonfirmasi positif covid-19.

Selang beberapa menit, mobil dinas camat Siberut Utara dan mobil ambulan Puskesmas Sikabaluan parkir di depan kost pelajar putra-putri SMP dan SMA. Dari mobil camat turun Camat Siberut Utara, Agustinus Sab, sekretaris camat, Immanuel dan ketua Pokdarkamtibmas Siberut Utara, Yosia. Dari ambulance turun kepala Puskesmas Sikabaluan, Kristiani.

Setelah berkoordinasi dengan pengawas kos, 9 orang pelajar yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang tinggal dalam satu rumah turun dengan menyandang tas ransel masing-masing dengan diarahkan oleh camat dan kepala puskesmas untuk naik ke ambulance. Sembilan orang pelajar tersebut diantaranya semuanya putri. Diantaranya berinisial IM, AT, BA, PB pelajar SMA. Sementara EC, MY, IT, HP dan H pelajar SMP.

Usai dipastikan siap, camat dan ambulance mulai bergerak ke arah Pokai. Lambaian tangan dari jendela ambulance dan teman-teman kos mereka yang menyaksikan dari teras rumah mewarnai keberangkatan mereka.

Tim Desa Muara Sikabaluan lebih dulu berada di gedung karantina pelabuhan Pokai untuk berkoordinasi dengan salah satu pemilik warung nasi untuk menyuplai kebutuhan pelajar selama di karantina serta mempersiapkan tempat. Enam ruang karantina yang disekat dengan triplek di cek satu persatu. Bola lampu yang tidak menyala diganti dengan yang baru serta kekurangan empat kasur tidur ditambah dengan kasur santai.

Setelah siap, kepala Puskesmas Sikabaluan dibantu dengan salah seorang petugas kesehatan memakai APD mengarahkan pasien covid-19 turun dari ambulance dan menuju ruang karantina yang telah dipersiapkan. Setelah mereka masuk ke dalam ruangan, dua petugas kesehatan yang juga memakai APD masuk dengan membawa buku besar dan beberapa bungkus obat yang masing-masing dibungkus dengan kantong plastik putih bertuliskan nama masing-masing. Satu persatu pasien didata dan ditanya soal riwayat hidup.

Kepala Desa Muara Sikabaluan, Aprijon mengatakan pemindahan pasien positif covid-19 sebanyak 9 orang pelajar yang awalnya isolasi mandiri agar memberikan rasa aman bagi lingkungan dan penghuni kos lainnya.

"Kita memberikan rasa aman dan nyaman terhadap lingkungan sekitar, jangan sampai kontak erat semakin banyak", katanya.

Kepala Puskesmas Sikabaluan, Kristiani mengatakan ruang karantina di Puskesmas Sikabaluan yang tersedia sebanyak 5 ruang dan saat ini diisi satu orang pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 satu minggu lalu.

"Selain keterbatasan ruang yang ada, kita juga menjaga agar pasien yang baru ini tidak memiliki kontak dengan pasien sebelumnya,” katanya pada Mentawaikita.com, Jumat (23/7/2021).

Sembilan orang pelajar yang terkonfirmasi positif Covid-19 semuanya berasal dari Desa Sigapokna Kecamatan Siberut Barat. Mereka memiliki kontak erat dengan pasien positif covid-19 sebelumnya sebanyak empat orang pelajar yang sedang menjalani karantina di salah satu rumah dinas guru SMAN 1 Siberut Utara.

Berdasarkan data puskesmas yang terkonfirmasi positif.covid-19 baik yang menjalani karantina di Puskesmas maupun isolasi mandiri diantaranya, Jumat, 16 Juli 2021 sebanyak 9 orang terkonfirmasi positif covid-19, lalu Minggu, 18 Juli 2021 sebanyak 2 orang terkonfirmasi positif covid-19 dan kembali bertambah pada Jumat, 23 Juli 2021 sebanyak 13 orang. 


BACA JUGA