Hasil Swab Pasien yang Meninggal di Puskesmas Sikabaluan Negatif Covid-19

Hasil Swab Pasien yang Meninggal di Puskesmas Sikabaluan Negatif Covid19 Foto: Ilustrasi

SIKABALUAN-Setelah menunggu beberapa hari, hasil swab tes pasien yang meninggal di Puskesmas Sikabaluan berinisial A (61) yang tinggal di Pokai Desa Muara Sikabaluan pada Kamis (15/7/2021) akhirnya keluar pada Sabtu (17/7/2021) dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan hasil Laboratorium Biomedik (Riset Terpadu) Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Unand Padang.

"Hasilnya sudah keluar dan negatif," kata Kristiani Kepala Puskesmas Sikabaluan, pada Mentawaikita.com, Minggu (18/7/2021).

Sebelumnya beredar isu di masyarakat kalau pasien yang meninggal di Puskesmas Sikabaluan karena terpapar Covid-19. Untuk memastikan hal itu pihak Puskesmas Sikabaluan mengambil sampel swab untuk di uji di labor Unand Padang.

"Memang pada saat pasien masuk sesuai prosedur rapid test. Saat rapid hasilnya reaktif sehingga dilakukan swab untuk memastikan. Kita masih menunggu hasil dan isu divmasyarakat tidak benar kalau pasien yang meninggal karena Covid-19 karena masih tunggu hasil labor," kata Kristiani saat itu.

Kepala Desa Muara Sikabaluan, Aprijon mengatakan keluarnya hasil tes labor dari warga Desa Muara Sikabaluan dengan hasil negatif Covid-19 memberikan kelegaan dan menjawab isu yang tidak benar di masyarakat.

"Artinya kepastian status warga kita yang meninggal sudah ada dengan hasil negatif. Ini menjawab keraguan kita dan masyarakat," katanya.

Dijelaskan Aprijon, pihak pemerintah Desa Muara Sikabaluan mengambil langkah konkrit memfasilitasi Puskesmas Sikabaluan mengirimkan sampel swab warga yang meninggal ke Padang dengan boat karena tidak adanya kapal guna mendapatkan kepastian status covid-19 pasien yang meninggal.

"Kita ambil langkah untuk memfasilitasi boat untuk mengirimkan sampel swab ke padang karena tidak ada kapal. Dan Allahdulillah hasilnya negatif," katanya.

Terkait dengan penguburan pasien yang meninggal menggunakan protokol Covid-19, dikatakan kepala desa sebagai bentuk kewaspadaan dan kehati-hatian petugas selama menganangi Covid-19.

BACA JUGA