50 Pelajar dan Tiga Unit Sepeda Motor Terjaring Razia Gabungan

50 Pelajar dan Tiga Unit Sepeda Motor Terjaring Razia Gabungan Razia gabungan yang dilakukan di Sikakap. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP-Razia gabungan TNI-Polri dan Satpol PP Kecamatan Sikakap dimulai pukul 22.00 WIB terjaring 50 pelajar dan tiga unit sepeda motor tidak ada lampu, rem dan knalpot racing.

Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi mengatakan sebagian besar remaja yang terjaring tersebut terjaring di atas pukul 21.00 WIB, saat main internet bantuan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan tidak memakai masker. "Sekira 50 pelajar dan tiga kendaraan sepeda motor terjaring razia yang dilakukan oleh tim gabungan TNI, polisi dan Satpol PP,,"kata, Kepala Mentawaikita.com, Sabtu, 17 Juli.

Tirto menyebutkan, razia gabungan dibagi dua tim satu yang dia pimpin langsung razia arah ke Desa Matobe, Kecamatan Sikakap, tim dua yang dipimpin oleh Kapolsek Sikakap Ipda Yanuar razia di Desa Sikakap arah ke Desa Taikako. Razia ketempat internet-Internet sebenarnya sudah sering kita lakukan, setiap razia ada saja pelajar yang terjaring razia yang lagi asik bermain internet tidak pakai masker lagi,” ungkapnya.

Bagi mereka yang terjaring razia kata Tirto, langsung diberi sanksi di tempat seperti push up, dan sit up, sementara kendaraan sepeda motor tidak ada lampu, rem dan knalpot racing langsung dibawa ke Polsek Sikakap.

Razia malam ini ada dua kegiatan sekaligus razia penertiban pelajar yang main internet diatas pukul 21.00 WIB, kedua razia penertiban kendaraan sepeda motor yang tidak ada lampu, rem dan knalpot racing. Di bulan Juni ada dua kali terjadi kecelakaan lalu lintas, satu orang meninggal dunia dan satu orang dirujuk di salah satu rumah sakit yang ada di Padang,” ungkap Tirto.

Tidak ada lampu, dan rem penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas, apa lagi berjalan pada malam hari. "Kami dari TNI, Polri dan Satpol PP tidak akan bosan-bosannya mengimbau dan menindak dengan tegas masyarakat yang tidak patuh terhadap protokoler kesehatan Covid-19, sebab pandemi Covid-19 belum berakhir. Yang perlu dilakukan memakai masker, menjauhi keramaian dan mengurangi mobilisasi keluar rumah, ditambah lagi banyaknya keluhan dari masyarakat,"katanya.

RS (17), pelajar terjaring razia, mengatakan, main di internet untuk main facebook dan buka WA. “Kesalahan saya tidak pakai masker waktu di internet dan main diatas pukul 21.00 WIB,ungkapnya.(SPR)

BACA JUGA