Warga Siberut Protes Penangkapan Judi, Wakil Bupati Mentawai dan Kapolres Mediasi

Warga Siberut Protes Penangkapan Judi Wakil Bupati Mentawai dan Kapolres Mediasi Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake sedang berbicara dengan Robinson Sabolak saat akan memediasi masalah penangkapan judi. (Foto: Hendri/Mentawaikita.com)

MUARA SIBERUT-Kasus penangkapan perjudian di Dusun Sakkelo, Desa Muara Siberut, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai yang dilakukan oleh Polsek Siberut membuat warga serta beberapa tokoh masyarakat merasa tak adil karena perjudian tidak hanya di Puro tapi juga ada ditempat lain. Bahkan warga menilai pihak Polsek belum melakukan sosialisasi kepada masyarakat. 

Mendapat persoalah itu Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleakek, Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Muat, dan Dandim serta tokoh-tokoh masyarakat di Siberut melakukan dialog bersama. "Sebenarnya kami baru pulang dari pantai barat untuk melakukan pengobatan massal, setelah mendengar persoalan dan menerima surat atas nama tiga desa di Siberut Selatan maka kami datang untuk memediasi dan mendengar apa persoalan yang sebenarnya," kata Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake kepada Mentawaikita.com, usai memediasi kasus di Kantor Desa Muara Siberut, Kamis (8/7/2021).

Kata Korta, kontek keamanan tangung jawab bersama jangan biarkan judi togel ataupun judi lain, secara hukum ini pelanggaran,tapi caranya mungkin bagaimana ini diberantas. Saat ini ekonomi masyarakat terpuruk karena Covid-19.

“Secara aturan jelas ngak benar jangan sampai kita mendukung, cuma penegakan yang tidak adil itu saya setuju, jangan dibedakan tanpa terkecuali, saya sepakat ngak mungkin masyarakat yang membawa togel tapi ada yang membawa, harus ada adil, jangan ada etnis, penegakan hukum memang harus adil, jangan bekerja dengan judi togel, apakah itu yang kita ingin untuk masyarakat Mentawai, ini tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Kata Korta, ada sisi pemerintah menegakkan hukum untuk itu mari dengar tokoh masyarakat, baru bisa diskusi. Judi ini virus dan merusak kehidupan masyarakat Mentawai. “Saya tidak ingin sepihak seakan masyarakat tidak bertanggung jawab. Saya sebagai pimpinan harus melihat dampak terhadap masyarakat, apakah ini yang kita inginkan, cerita kepada tokoh masyarakat nanti PJ kepala desa dan kita diskusikan apa yang kita lakukan jangan bekerja dengan togel atau judi,” ungkapnya.

Lanjut Korta ekonomi tidak produktif, uang habis ini hanya diterima oleh satu orang. “Ini pembodohan, ada yang harus kita bela dan ada juga yang tidak kita bela,” tegasnya.

Salah seorang tokoh masyarakat Muara Siberut Robinson Sabolak mengatakan, Senin malam penangkapan bermain song, di Dusun Sakkelo, Polsek menangkap mereka, memang ini kebiasaan d Mmuara Siberut. “Apapun bentuk masih bisa diselesaikan dengan tokoh masyarakat, kenakalan ini mudah mudahan tokoh masyarakat masih bisa membenahi persoalan ini, bukan kita membenarkan yang tidak benar, kami temui Kapolsek mencari jalan. Persoalan ini harus bekerja sama, tanpa sepengetahuan kami keenam orang yang ditangkap sudah dikirim ke Tuapeijat, ini akan memicu konflik, ketika keluarga menjenguk mereka sudah tidak ada di Polsek,” ujarnya.

Lanjut Robinson, disini tidak membenarkan yang tidak benar, kerja sama yang diharapkan sekarang, tapi sekarang tidak ada lagi kerja sama. “Bagusnya Kapolsek harus memberikan dulu himbauan kepada masyarakat agar masyarakat bisa tahu, kalau razia harus adil, karena yang lain masih ada yang main judi. Ini yang memicu, jadi harus adil, kalau memang kita mau memberantas judi dan togel," kata Robinson.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa Muara Siberut, Sopian mengatakan,yang diharapkan hanya koordinasi antara pemdes tokoh masyarakat, yang ditangkap ada warga Desa Maileppet dan Muntei dan Muara Siberut. “Kasus togel dan judi, kalau kasus ringan masih bisa diselesaikan, jangan ada tebang pilih, masyarakat kita ngak buta, ada juga pelaku yang sama ini yang memicu masyarakat kita minta keadilan, kerja sama itu penting, kami tidak ingin penyakit masyarakat berkembang dan kami memberi penegasan kepada masyarakat, kami menghargai hukum tapi jangan satu pihak. Kalau mau berantas ia harus semuanya semuanya ada juga oknum yang main judi dan togel,” tegasnya.

Kapolres Kabupaten Kepulauan Mentawai AKBP Muat mengatakan, sebelumnya dia sudah komunikasi dengan Wakil Bupati Mentawai. Dia membuka hati lebar-lebar adanya komunikasi, juga sudah menghubungi dengan Kapolsek.

“Saya sampaikan kasih waktu 3 hari, saya pelajari kasusnya dulu namun Kapolsek mengatakan harus dibawa ke Tuapeijat, maka dibawa ke Tuapeijat. Saya mengajak Wabup, proses hukum jalan dengan situasi ini pimpinan tertinggi sudah tugas saya. Saya mengerti dengan keadaan istri yang ditahan tapi ini sudah bergulir. Saya mohon pengertian, Saya mohon pengertiannya proses hukum sudah jalan,” ujarnya.

Lanjut Kapolres, persoalan ini ada saluran komunikasi yang tersumbat kedepan harus diperbaiki, apakah Kapolsek sudah melakukan penyuluhan edukasi di tempat ibadah seperti gereja, masjid. “Dalam persoalan ini kita membutuhkan masyarakat tokoh adat,dan ada Pokdar tapi kok ngak jalan, masalah ini sudah berproses, tapi kita lihat dulu. Sebagai pimpinan dengan ketulusan saya mohon maaf, ini proses masih berjalan, berikan saya waktu 2 atau 3 hari lagi harus komunikasi dengan pimpinan dulu. Saya yakin tidak memuaskan semuanya, selama waktu itu saya harapkan orang tua kita kembali bekerja normal adek-adek kita anak mudah bekerja dengan normal, saya tetap berusaha,” ujarnya.

Kasus ini berawal penangkapan seorang warga yang diduga bandar judi togel inisial YD (29) di duga Dusun Sakelo, Desa Muara Siberut, Kecamatan Siberut Selatan, Minggu 4 Juli 2021 sekira pukul 22.30 WIB.

Penangkapan terhadap pelaku, tim Reskrim Polsek Siberut berhasil mengamankan barang bukti berupa, uang tunai sebesar Rp794.000,  stekles Keluaran Togel Singapura, Hongkong dan Sydney, Hp Android Jenis OPPO dan rekap Togel. Selanjutnya pelaku bersama barang bukti di bawa ke mako Polsek Siberut.

Selain yang diduga Bandar togel ada juga yang ditangkap, dimana pada saat penggerebekan polisi menemukan lima orang warga di lokasi yang sama sedang main judi song. Polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai sejumlah Rp 366.000, kartu remi dua set.

 

BACA JUGA