Dua Sengketa Pilkades Madobag dan Muntei Digelar

Dua Sengketa Pilkades Madobag dan Muntei Digelar Kepala Dusun Bekkeiluk (kiri) dan Ketua BPD Muntei (kanan) memberikan keterangan di depan PPD. (Foto: Hendrikus/Mentawaikita.com)

MAILEPPET-Penyelesaian sengketa Pilkades di dua desa, Desa Madobag dan Muntei di wilayah  Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai diselesaikan oleh pihak Panitia Pemilihan Desa (PPD) Kabupaten dengan mengumpulkan bukti-bukti yang ada sebagai bahan. Penyelesaian sengketa diadakan di kantor Camat Siberut Selatan pada Rabu,(7/7/2021) yang dihadiri oleh calon kepala desa dan KPS serta saksi yang menggugat.

Camat Siberut Selatan Hijon mengatakan penyelesaian sengketa Pilkades sudah dilakukan di kantor camat dengan menghadirkan lima calon kepala Desa Madobag . Untuk Desa Madobag penggugat satu sudah sampai di kabupaten, nanti bupati yang memutuskan. 

"Untuk Desa Muntei sudah selesai dilakukan sebenarnya hanya persoalan secara interen bukan perolehan suara dan itu sudah selesai berakhir damai, nanti akan ada duduk bersama lagi untuk silaturahmi saling memaafkan dan menjalin hubungan kekeluargaan," katanya kepada Mentawaikita.com,  Rabu,(7/7/2021).

Desa Muntei sengketanya dimana Ketua BPD Desa Muntei dengan kepala Dusun Bekkeiluk menuduh calon kepala desa nomor urut 3 menyerahkan uang senilai Rp4 juta kepada kepala Dusun Bekkeiluk, ada politik uang.

Untuk sengketa Desa Madobag diduga ada dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang keliru.  Menurut Jano Kerei Sagoroujou calon kepala desa yang menggugat TPS 05 dan TPS 06 Dusun Ugai dan Buttui, dimana di TPS tersebut diduga melakukan pemilihan manipulasi dengan modus surat suara dicoblos orang lain bukan nama yang bersangkutan.

“Di TPS 05 Dusun Ugai kami menemukan ada 14 orang yang ada namanya di DPT namun tidak ada ditempat namun hak suaranya dicoblos oleh orang yang tak bertanggung jawab, di TPS 06 Dusun Buttui kami menemukan sebanyak 13 orang yang ada datanya dalam daftar pemilih tetap (DPT) namun mereka tidak ada ditempat dan suara itu dipilih oleh orang lain, dan ini kita buktikan saat mengambil daftar hadir pemilih, kita menemukan nama nama orang itu sebanyak 27 orang itu tidak ada ditempat,” katanya.

Jano menambahkan temuan berikutnya adalah menanyakan posisi linmas pada saat di KPPS, TPS 5 terbukti ada dokumen, Linmas berkeliaran di bilik pencoblosan dan menunjukan pilihan kepada sipemilih. “Ini ada videonya, buktinya ada, sejauh mana kekuasaan Linmas, apakah Linmas bisa melipat,membuka dan melihat di bilik suara,bahkan menunjukan pilihan bahwa pilih nomor sekian,ini terbukti dilakukan oleh Linmas TPS 05 Dusun Ugai,” ungkapnya.

Temua lainnya ada kotak suara belum waktunya dibuka, awalnya sudah dibuka kotak suara dan sempat dihitung dapat hasil calon no urut 1 mendapat suara sebanyak 5 suara dan nomor urut 2 mendapat suara 9,maka lalu ditutup jam 12.00,Rabu (16/6/2021). “Karena masih ada yang memilih kembali kotak suara itu dibuka kembali dan dilanjutkan pemilihan dan setelah dibuka dapat suara no urut 1 mendapat suara 60 no urut 2 ada 185 suara,” katanya.

Kabag hukum Kabupaten Kepulauan Mentawai, Serieli BW mengatakan yang memberikan gugatan sanggahan Pilkades di Desa Madobag ada dua yang memberikan gugutan yakni, nomor urut 01 atas nama Jano Kerei Sagoroujou dan calon kepala desa nomor urut 04 atas nama Fransiskus Samapoupou. 

"Kami hadir untuk menyelesaikan persoalan sesuai dengan gugatan sudah sampai kepada kami. Kami mengumpulkan bukti terlebih dahulu, untuk kebenarannya yang menjadi bahan kami di tingkat kabupaten dan menunggu keputusan tertinggi kepala daerah.  Percakapan akan direkam sebagai bagian dari hasil pemeriksaan, maka apa yang disampaikan sesuai dengan fakta yang terjadi, makanya kami turun untuk menyelesaikan persoalan ini,"kata Serieli.

Kata Serieli, pihaknya sudah mendengar semua pihak, baik calon yang keberatan, KPPS, maupun P2KD. untuk Desa Muntei semua pihak sudah menerima hasil Pilkades kemarin. “Sedangkan untuk Desa Madobag, sementara seluruh keberatan calon sudah kita konfirmasi dan semuanya sudah jelas, tinggal menunggu surat tertulis dari Kabupaten,” ujarnya.

Di Mentawai ada sembilan desa yang telah menggugat pemilihan Pilkades tahun ini yakni, Kecamatan Siberut Selatan ada dua desa yakni, Desa Madobag dan Desa Muntei. Kecamatan Sikakap ada Desa Taikako dan Matobe. Kecamatan Sipora Selatan ada Desa Bosua dan Beriulou. Kecamatan Sipora Utara ada Betumonga, Tuapeijat dan Sidomakmur. Dari 31 Desa yang telah menyelenggarakan Pilkades serentak,"katanya.

Kapolsek Muara Siberut Iptu Ronnal Yandra mengatakan,persoalan di Desa Muntei setelah mendengar adanya isu politik uang, telah diklarifikasi dari BPD menyelesaikannya dengan kekeluargaaan. “Saat pemilihan keseluruhan anggota Bhabinkamtibmas semuanya aman, dari kabupaten datang untuk menyelesaikannya dengan baik. Siapa yang jadi pemimpin nanti bisa memajukan desanya sendiri dan tidak ada tindak lanjut kedepannya,” katanya.


BACA JUGA