Tiga Cakades Tuapeijat Ajukan Keberatan Hasil Pilkades

Tiga Cakades Tuapeijat Ajukan Keberatan Hasil Pilkades Derpian, Ketua KPPS di TPS 11, Dusun Pukarayat, Desa Tuapeijat, Sipora Utara, Mentawai. (Foto: Patrisius/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Tiga calon kepala desa Tuapeijat, Jonar Tamba, Bujang, dan Santono melayangkan gugatan terkait dengan proses pelaksanaan Pilkades Tuapeijat yang telah diselenggarakan pada Rabu, (16/6/2021). Mereka mengusulkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di beberapa TPS.

Pernyataan keberatan tiga calon kepala desa yang kalah suara pada Pilkades Tuapeijat  2021 tersebut diantar langsung oleh perwakilan timnya bernama Adi ke Sekretariat P2KD yang berada di Kantor Desa Tuapeijat . Surat itu diterima langsung ketuanya, Arkhelaus.

Berkas sanggahan yang diterima P2KD Tuapeijat kemudian dikembalikan untuk dilakukan perbaikan karena tujuan surat tidak sesuai.

"Tujuan surat atau keberatan itu hanya Bupati saja karena yang akan menyelesaikan atau menindak sanggahan ini adalah di tingkat kabupaten, kalau P2KD, DPRD, Camat atau instansi lain cukup mengetahui atau ditembuskan saja," kata Arkhelaus.

Dalam isi sanggahan yang disampaikan tim penggugat tersebut mempersoalkan adanya dugaan kecurangan yang terjadi di TPS 3, Dusun Camp dimana ada ditemukan pemilih yang menggunakan hak pilih atas nama orang lain.

Kemudian dalam surat sanggahan itu juga mereka menyatakan adanya kekurangan suara di TPS 11, Dusun Pukarajat dan atas kekurangan surat suara tersebut mereka menilai ini kelalaian pelaksana P2KD Tuapeijat, sehingga masih ada masyarakat yang tidak dapat memberikan hak suaranya.

Tim penggugat mengklaim bahwa pendukung tiga calon tersebut meminta untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 3, Dusun Camp, Kilometer 0, Tuapeijat dan TPS 11 di Dusun Pukarayat

Tim penggugat juga memprotes P2KD Tuapeijat tidak maksimal melakukan sosialisasi terutama soal pencoblosan, dimana di beberapa TPS banyak suara suara yang rusak atau tidak sah.

P2KD Tuapeijat pun menjawab bahwa sosialisasi yang dilakukan terkait dengan mepetnya soal waktu karena perubahan regulasi atau Perbub yang cukup cepat kemudian karena terkendala soal anggaran yang ada di P2KD Tuapeijat.

Terkait dengan dugaan tim penggugat soal adanya dugaan kekurangan kertas surat suara sehingga ada pemilih yang tidak dapat melakukan pencoblosan Pilkades, Ketua KPPS TPS 11 Dusun Pukarayat Derpian menjelaskan bahwa pemilih yang terdaftar dalam DPT 248 telah menggunakan hak pilihnya.

Derpian menjelaskan juga bahwa tambahan surat suara 2 persen dari total DPT juga telah digunakan pemilih tambahan pada pengguna KTP sebanyak enam kertas suara dan perhitungan di TPS juga  dihadiri masing-masing saksi dan juga ditanda tangani.

"Kita tidak bisa melakukan penambahan surat suara, karena di luar aturan, pemilih yang terdaftar dalam DPT sudah memberikan hak pilih semua, juga 2 persen surat suara tambahan sudah digunakan, kita diikat aturan, dan harus bekerja sesuai aturan tidak boleh menambah surat suara diluar ketentuan," kata Derpian.

BACA JUGA