Relawan Nakes Covid-19 Mentawai Belum Terima Gaji Sejak Januari 2021

Relawan Nakes Covid19 Mentawai Belum Terima Gaji Sejak Januari 2021 Aktivitas Nakes Penanganan Covid-19 memeriksa suhu tubuh penumpang turun dari kapal di Mentawai. (Foto: Patrisius Sanene/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Sudah lima bulan atau sejak Januari lalu hingga saat ini, relawan tenaga kesehatan (nakes) untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Mentawai hingga saat belum menerima gaji atau insentif yang besarannya berkisar Rp1,6 juta per orang per bulan .

Sejumlah relawan mengeluh karena gaji belum cair  sementara pekerjaan yang mereka lakukan berisiko tinggi sebab para nakes berada di garda depan penanganan Covid-19, mereka bahkan rela tidak bertemu keluarga beberapa waktu agar aman dari paparan Covid-19.

“Biasanya terima gaji setiap bulan, namun dari Januari 2021 sampai sekarang, belum terima apa-apa, beruntung bagi mereka punya keluarga di sini (Tuapeijat), kami yang tidak punya keluarga hanya berharap dari gaji yang belum cair-cair ini,” kata seorang relawan nakes Covid-19 yang minta identitasnya tidak dituliskan.

Selain itu juga diperoleh informasi bahwa penerimaan insentif para relawan nakes pada Desember 2020, dipotong Rp600 ribu untuk pembayaran utang di toko ATK, seperti pembelian kertas, tinta printer yang digunakan untuk pengurusan administrasi salah satu posko penanganan Covid-19.

“Itu herannya alasannya untuk yang mau menyumbang, tetapi setelah terima gaji langsung dipatok Rp600 ribu,” ucap seoarang nakes yang dirahasiakan namanya.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Kesehatan Mentawai Lahmuddin Siregar mengakui relawan nakes belum menerima gaji sejak Januari hingga Mei 2021. “Iya mereka belum menerima gaji sejak Januari, sebenarnya meski pun mereka namanya relawan kita gaji juga, mereka yang menjadi garda terdepan, berisiko tinggi terpapar, tidak boleh ketemu keluarga, beban kerja mereka juga sangat tinggi, kasihan juga dengan mereka, tetapi saat ini (gaji) sudah dalam proses,”  kata Lahmuddin.

Menurut dia, sistem yang macet membuat pencairan gaji terkendala. “Sehingga terpaksa kita lakukan manual lagi dan saat ini baru kita tindak lanjuti dan sedang proses, SPM (surat perintah membayar) sudah di BKD,” kata Lahmuddin.

Saat ini ada sebanyak 31 relawan Nakes Covid-19 yang bertugas di Tuapeijat dan puskesmas di Mentawai. Namun menurut Lahmuddin, informasi terbaru bahwa belum semua akan merima gaji, dari 31 nakes hanya 25 orang yang sudah ada SK, juga pembayaran gaji tahun ini hanya dibayarkan sementara Januari  hingga April 2021.

Terkait pemotongan insentif pada relawan nakes Covid-19, Lahmuddin tak mengetahui hal tersebut, pihaknya akan memastikan dan mengecek oknum yang melakukan pemotongan insentif nakes tersebut. “Tidak ada itu, nanti biar kita cek,” kata Lahmuddin.

Ia mengatakan gaji relawan nakes tahun ini bersumber dari Dinas Kesehatan, bidang Sumber Daya Manusia (SDM), sebelumnya bersumber dari Belanja Tak Terduga (BTT), namun BTT tahun 2021 ditiadakan di Dinkes Mentawai. Alasan karena refocusing anggaran. “Karena refocusing, BTT kita sudah dihapus,” jelas Lahmuddin.

Pada pengelolaan BTT tahun 2020 di Dinkes Mentawai terjadi penyalahgunaan. Ada sisa BTT yang pada penanganan penyebaran Covid-19 kemudian disalahgunakan seorang pegawai di Dinkes Mentawai untuk kepentingan pribadi. Ini juga menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan  (BPK) RI tahun 2020 yang terindikasi kerugian daerah senilai Rp184,9 juta.

Nakes penanganan Covid-19 di Padang juga mempertanyakan soal honor, Lahmuddin mengakui itu dan mengatakan saat ini sedang proses. Bahkan kata dia jangankan gaji, penginapan Nakes di Padang masih utang. ” Karena refocusing itu belum dibayar, hotel saja masih utang kita tahun ini,” kata Lahmuddin.

BACA JUGA