RSUD Mentawai Akan Menjadi BLUD, Ini Bedanya

RSUD Mentawai Akan Menjadi BLUD Ini Bedanya RSUD Mentawai. (Foto: Patrisius Sanene/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepulauan Mentawai akan berubah nama menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), hal ini dilakukan untuk peningkatkan layanan rumah sakit yang lebih fleksibel terutama pada pengelolaan keuangan sehingga kebutuhan layanan rumah sakit dapat ditangani secara mandiri tanpa menunggu persetujuan legislatif.

Perubahan nama tersebut didukung DPRD Mentawai, dimana usulan perubahan layanan ini diwacanakan sejak 2011 silam. “Secara teknis tidak ada yang berbeda, yang berbeda pada pengelolaan keuangannya, DPA rutin itu tetap ada tetapi kita punya kantong dana tersendiri ketika menjadi BLUD,” kata Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jimmy Yul Ambarita, pada Kamis, (10/6/2021).

Dana yang sudah ada tersebut yang akan digunakan pihak pengelola rumah sakit untuk merespon kebutuhan yang sifatnya mendesak seperti obat-obatan, peralatan dan fasilitas rumah sakit. “Kantong dana tersebut akan digunakan untuk kepentingan atau kebutuhan pelayanan rumah sakit, ketika ada kekurangan dan kebutuhan  seperti obat atau peralatan, atau pembenahan dalam pelayanan rumah sakit yang harus diperlukan segera akan ditalangi dari dana BLUD ini,” kata Jimmy.

Kata Jimmy, rumah sakit harus memberikan pelayanan publik secara maksimal kepada masyarakat, dimana selama ini ketika ada kebutuhan yang sifatnya ditindak sesegera mungkin untuk kepentingan layanan rumah sakit harus menunggu persetujuan atau anggaran tahun berikutnya.

“Kalau biasanya ketika ada kekurangan obat atau peralatan yang diperlukan atau perbaikan fasilitas rumah sakit itu harus melalui tender, jadi dengan BLUD ini kita langsung tindak lanjuti dengan dukungan kantong dana yang sudah ada, ini tujuannya untuk lebih memaksimalkan layanan pada rumah sakit, dan lebih fleksibel tidak mesti menunggu pada anggaran perubahan atau tahun anggaran berikutnya, tentu juga harus ada pendapatan,” kata Jimmy.

Terkait dengan layanan kesehatan di rumah sakit tidak ada yang berubah, layanan rumah sakit tetap seperti biasanya dijalankan selama ini. Masyarakat kurang mampu dilayani sesuai prosedur yang ada, seperti layanan jaminan kesehatan.

Perubahan pengelolaan  internal rumah sakit tersebut sangat didukung oleh DPRD Mentawai, dimana wacana ini disuarakan sejak 2011. “Itu sudah disuarakan sejak 2011 tetapi baru kali ini direktur RSUD benar-benar serius menindak lanjuti apa yang disuarakan oleh DPRD, dengan BLUD ini dia tidak perlu lagi menunggu itu ketok palu,” kata Ketua Komisi 2 DPRD Mentawai, Juni Arman Samaloisa pada Kamis, (10/6/2021).

Dana yang diberikan kepada BLUD tersebut dalam bentuk penyertaan modal yakni  bentuk hibah dari Pemda Mentawai. “Itu dikelola tidak berdasarkan arus khas daerah tetapi setiap tahun tetap dicatatkan dan uangnya tidak di kas daerah lagi, tetapi dia tetap bagian dari keuangan daerah, tetap tercatat pada setiap laporan keuangan daerah pada LKPj Bupati,” kata Juni Arman.

Saat ini proses menjadikan RSUD menjadi BLUD sedang dalam proses penilaian terutama terkait kesanggupan pengelolaan keuangannya secara terbuka. “Ini akan ditetapkan oleh Bupati melalui Perbub setelah dinyatakan layak. DPRD sangat mendukung, penganggaran akan kita mulai pertama dimulai pada ABPD 2022,” kata Juni.

BACA JUGA