Motivasi Siswa yang Belajar Jarak Jauh, Sekolah Hadiahkan Sepeda Gunung

Motivasi Siswa yang Belajar Jarak Jauh Sekolah Hadiahkan Sepeda Gunung Sepeda gunung hadiah bagi peraih juara umum siswa SMAN 1 Pagai Selatan dipajang di halaman sekolah. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

PAGAISELATAN—SMAN 1 Pagai Selatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai menghadiahkan sepeda gunung untuk siswa yang meraih juara umum sekolah. Hadiah itu diberikan untuk memotivasi para siswa yang kini sedang ujian semester. Apalagi setahun ini, siswa lebih banyak belajar dengan system jarak jauh alias di rumah.

"Agar siswa termotivasi belajar di rumah di masa pandemi Covid-19, serta melihat semangat siswa untuk mendapatkan pendidikan di sekolah dimana para siswa rela berjalan kaki 3 -5 km dari rumah ke sekolah maka pihak sekolah memberikan hadiah sepada gunung untuk juara umum, rencana ini sudah dimulai dari awal tahun ajaran 2020/2021, dananya diambil dari iuran majelis guru yang dipungut setiap bulan besarnya Rp10 ribu per bulan, jumlah guru SMAN 1 Pagai Selatan sebanyak 24 orang, terdiri dari 14  guru PNS dan 10 guru honor," kata Aziz Prima Syahrial, Kepala SMAN 1 Pagai Selatan, Jumat (11/6/2021).

Aziz menyebutkan, jumlah siswa SMAN 1 Pagai Selatan di tahun ajaran 2020/2021 sebanyak 167 orang, separuh dari total seluruh siswa ke sekolah berjalan kaki. Diantara yang berjalan kaki itu harus berangkat sejak pukul 05.30 WIB melewati jalan berlumpur bahkan hutan yang sepi. “Untung saja mereka ke sekolah berombongan sehingga bisa mencegah kriminalisasi,” katanya.

Selain itu, tahun ajaran kali ini, satu siswa kelas XII SMAN 1 Pagai Selatan berhasil mendapatkan program beasiswa Bidikmisi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Siswa itu, Trijunia Samaloisa lolos jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Negeri Padang.

"Alhamdulillah di masa pandemi Covid-19 kita masih bisa menghantarkan satu orang siswa mendapatkan beasiswa Bidikmisi," tambah Aziz.

Menurut dia, sejak Maret 2020, siswa di Mentawai harus belajar di rumah dengan system pembelajaran jarak jauh. Mereka tidak bisa belajar online karena tidak ada akses Internet. Siswa mengambil tugas yang diberikan guru di sekolah lalu mengerjakan di rumah, guru pun secara bergilir memantau proses belajar siswa di rumah atau pun melalui pesan Whatsapp bagi siswa yang mendapat akses Internet.

Tahun ajaran ini, jumlah siswa yang didaftarkan ikut Bidikmisi ada 38 orang, namun yang berhasil lolos hanya satu orang. "Kalau tahun ajaran lalu, ada dua siswa kita yang lolos Bidikmisi, tahun ini berkurang karena keterbatasan sekolah memberikan pendidikan kepada siswa, walaupun begitu apapun yang kita peroleh di tahun ajaran ini adalah hasil yang terbaik,” katanya.

Muhammad Yani, guru konseling SMAN 1 Pagai Selatan, mengatakan Trijunia berasal dari keluarga sederhana, tapi keinginan belajarnya sangat kuat sekali, pernah meraih juara umum di sekolah, dan pernah menjadi anggota Paskibra. "Kekurangan ekonomi tidak membuat Trijunia malas belajar,  kekurangan itu ditutupinya dengan giat belajar, semoga saja apa yang dicita-citakan Trijunia dapat tercapai," katanya.

 

 

BACA JUGA