Pemdes Matobe Cairkan BLT 86 KK

Pemdes Matobe Cairkan BLT 86 KK Staf Kantor Desa Matobe, Kecamatan Sikakap mencairkan dana BLT DD kepada keluarga Penerima Manfaat. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP--Pemerintah Desa Matobe, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai mencairkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) untuk 86 Kepala Keluarga (KK) di Kantor Desa Matobe, Kamis (3/6/2021).

"Dana BLT DD Matobe yang dicairkan sekarang untuk bulan Februari 2021, sumber dananya dari Angaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), periode Januari sampai Mei dengan penerima 86 KK, dana tersebut langsung dikirim ke rekening desa, untuk tahap satu BLT DD baru dua bulan yang cair yakni Januari dan Februari," kata Charles, Plt. Kepala Desa Matobe, Kamis (3/6/2021).

Lebih lanjut Charles menyebutkan, besar dana BLT DD diterima oleh penerima Rp300 ribu per bulan, pencairannya akan diserahkan ke penerima bila dana BLT DD sudah masuk ke rekening Desa Matobe.

"Bagi warga Desa Matobe yang mendapatkan bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH), Kemensos, dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tidak akan mendapatkan BLT DD, sebab sesuai dengan aturan bantuan yang diberikan oleh pemerintah tidak boleh diterima ganda, ini harus dipahami oleh seluruh warga Desa Matobe," jelasnya.

Victor, Camat Sikakap, mengatakan BLT DD Matobe yang dibagikan sekarang satu bulan yakni Februari, alokasi BLT DD untuk mengurangi dampak Covid-19 terhadap ekonomi masyarakat.

Dana BLT DD merupakan dana stimulus yang diberikan pemerintah kepada warga yang terdampak Covid-19, dana tersebut dianggarkan satu tahun, untuk tahun sekarang besar dana BLT DD yang diterima keluarga penerima manfaat sebesar Rp300 ribu per bulan.

"Harapan kami sebagai aparatur Kecamatan Sikakap kepada keluarga penerima manfaat agar dapat mempergunakan dana BLT DD sebaik mungkin terutama terlebih dahulu untuk membeli kebutuhan pokok dan kepentingan sekolah anak," ungkapnya.

Sarolina (60), warga Desa Matobe, mengungkap rasa terima kasih karena sudah mendapat BLT dengan nilai Rp300 ribu per bulan. “Walaupun dananya Rp300 ribu per bulan, saya sangat terbantu sekali dalam hal membeli kebutuhan pokok, apa lagi saya cacat pada kaki menyebabkan 

BACA JUGA