Penumpang KMP. Gambolo Pilih Swab Gratis di Pelabuhan Pokai

Penumpang KMP Gambolo Pilih Swab Gratis di Pelabuhan Pokai Tes swab di Pelabuhan Pokai, Siberut Utara. (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Petugas covid-19 dari Puskesmas Sikabaluan Kecamatan Siberut Utara sudah bersiap menunggu KMP Gambolo merapat di Pelabuhan Pokai Desa Muara Sikabaluan Kecamatan Siberut Utara pada Selasa (1/6/2021). Dengan memakai baju hazmat lengkap, delapan petugas tersebut bersiaga di posko PPKM Desa Muara Sikabaluan yang terletak di pelabuhan Pokai.

KMP. Gambolo merapat pada pukul 07.00 WIB. Dibantu Babinsa Koramil 01 Sikabaluan, satu persatu penumpang diturunkan sambil dilakukan pengecekan surat keterangan kesehatan penumpang bebas dari gejala Covid-19 dalam bentuk surat keterangan rapid antigen atau surat keterangan hasil swab test negatif. "Ini surat swabnya dari kantor Azizi Padang. Tapi saya fotocopy,” kata salah seorang penumpang saat surat keterangan kesehatan hasil swab dalam bentuk surat fotocopy di periksa dan dipertanyakan petugas.

Petugas meminta agar surat aslinya diperlihatkan. Penumpang tersebut lalu berbalik untuķ menaiki tangga kapal dengan alasan untuk mengambik surat swab aslinya. Selang beberapa menit penumpang tersebut turun dan meminta untuk menjalani swab di pelabuhan Pokai. "Saya ikut swab saja di posko,” katanya dengan nada menyerah.

Lain dengan Gora (16) perempuan asal Simalibbeg Desa Simatalu Kecamatan Siberut Barat yang pulang dari Padang lolos dari penjaringan penumpang karena memiliki surat keterangan rapid antigen. Sementara teman serombongannya yang berjumlah 11 orang terpaksa mengikuti swab di pelabuhan Pokai karena tidak memiliki surat keterangan kesehatan bebas covid-19. "Saya ikut tes. Kalau yang lain tidak mereka urus karena mengingat biaya yang keluar,” katanya. 

Gora mengaku mengeluarkan biaya Rp250 ribu untuk mengikuti rapid antigen disalah satu klinik kesehatan di Kota Padang.

Pada pagi itu, petugas covid-19 dari Puskesmas Sikabaluan mencatat 33 orang penumpang KMP. Gambolo menjali swab gratis di pelabuhan Pokai karena tidak memiliki surat keterangan kesehatan bebas covid-19 baik dalam bentuk surat hasil rapid antigen atau swab negatif.

"Untuk pengiriman sampel hari ini ada 37 sampel karena 3 orang sampel pasien Covid-19 yang menjalani karantina dan 1 orang kontak erat dari salah seorang pasien Covid-19,” urai Martina Rika Siribere, salah seorang petugas kesehatan Puskesmas Sikabaluan.

Dikatakan Rika, pada Selasa (1/6/2021) merupakan pengiriman sampel terbanyak sejak diberlakukannya wajib swab atau rapid antigen pada penumpang yang masuk pelabuhan Pokai menjelang lebaran Idul Fitri 1442 H. Semuanya berasal dari penumpang KMP. Gambolo. "Biasanya paling banyak 23 sampel dari penumpang Gambolo. Untuk MV. Mentawai Fast penumpang yang masuk biasanya pakai rapid antigen atau swab tes,” katanya.

Babinsa Koramil 01 Sikabaluan, Sertu Kennedy F Purba membenarkan bila kedisiplinan penumpang yang masuk pelabuhan Pokai dari Padang dari dua kapal, KMP. Gambolo dan MV. Mentawai Fast lebih tertib penumpang MV. Mentawai Fast. "Yang banyak terjaring tidak memiliki surat dari KMP. Gambolo. Untuk MV. Mentawai Fast pada umumnya memiliki surat rapid antigen atau swab," katanya.

Sejak dibukanya posko swab gratis di pelabuhan Pokai oleh pihak Puskesmas Sikabaluan, sopir barang pedagang yang ikut berlayar dari Padang menuju pelabuhan Pokai pada umumnya lebih memilih mengikuti swab gratis di pelabuhan Pokai. Selain tak ada penjaringan di pelabuhan Bungus saat masuk kapal juga tidak mengeluarkan biaya.

"Kalau kami ikut tes swab gratis di Azizi butuh waktu dua atau tiga hari untuk mendapatkan hasil. Kalau rapid antigen mengeluarkan biaya, lebih baik kami pilih swab gratis di Pokai saja,” kata salah seorang sopir barang.

Kurangnya penjaringan penumpang dipelabuhan Padang bagi penumpang yang berlayar untuk masuk pelabuhan Pokai berdampak terhadap hasil kontak erat bila penumpang yang masuk tanpa surat terkonfirmasi positif saat menjalani swab di pelabuhan Pokai saat hasil swabnya keluar dua atau tiga hari kemudian.

"Seperti pedagang barang pecah belah yang sudah berjualan keliling Sikabaluan, Monganpoula dan Sirilanggai terkonfirmasi positif setelah hasil swabnya keluar tiga hari kemudian. Kontak eratnya banyak hanya ibu-ibu yang belanja tidak terdeteksi dan tidak mengaku saja,” kata Sertu Kennedy F Purba. 

Kepala Puskesmas Sikabaluan, Kristiani mengatakan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan covid-19 seperti menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir karena itu langkah yang tepat dan aman dari penyebaran covid-19. "Patuh pada protokol covid-19 maka kita aman,” katanya.

Ditambahkan Kristiani, masyarakat yang sudah menjalani vaksinasi covid-19 baik yang pertama hingga yang ke dua agar tidak lalai karena bukan berarti sudah aman dari covid-19. "Meski kita sudah vaksin tapi belum tentu tidak kena covid-19. Hanya saja efeknya saat kita kena tidak separah dengan orang yang belum menjalani vaksinasi," kata Kapus Sikabaluan.

"Ibarat seorang balita yang menjalani imunisasi, meski sudah lengkap imunisasinya namum tetap akan terkena penyakit, namun tidak pada anak yang tidak menjalani imunisasi,” tambahnya.


BACA JUGA