Petani Sawah di Tubeket Pagai Selatan Masih Andalkan Air Hujan

Petani Sawah di Tubeket Pagai Selatan Masih Andalkan Air Hujan Salah seorang warga Dusun Tubeket, Desa Makalo, Kecamatan Pagai Selatan pulang dari sawah setelah panen padi. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

PAGAISELATAN--Petani sawah di Dusun Tubeket, Desa Makalo, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai masih mengandalkan air hujan untuk mengairi sawahnya. Akibatnya hasil panen yang dihasilkan tak menentu tergantung cuaca.

"Padi yang dipanen sekarang ini ditanam awal Januari lalu, kami warga Dusun Tubeket di masa pandemi Covid-19 bersawah dan berladang, untuk mengairi sawah kami masih mengandalkan air hujan," kata Tomi (37), warga Dusun Tubeket kepada Mentawai kita.com, Senin (17/5/2021).

Sambil menunggu masa panen padi, Tomi mengaku pergi melaut untuk memancing ikan dan hasilnya dijual untuk membeli kebutuhan keluarga. Dalam setahun, Tomi turun ke sawah dua kali yakni pada Januari dan Juli. Dengan luas sawah seperempat hektar, hasil panen yang diperolehnya tak menentu, kalau sedang bagus, bisa dapat 20 karung gabah, namun kadang 15 karung.

“Hasil dari bersawah hanya digunakan untuk makan saja, hasil panen padi cukup untuk kebutuhan sehari-hari sampai panen berikutnya, kalau hasil berlebih saya simpan,” katanya.

Johan (54), warga Dusun Tubeket lainnya mengatakan selain bersawah, dia juga berladang pisang. "Kendala dalam panen sekarang cuaca, dimana sekarang curah hujan begitu tinggi, biasanya yang kami lakukan seberapa banyak padi yang di panen hari ini, langsung dibersihkan dan dijemur, kalau cuaca tidak bagus maka panen padi diundur sampai cuaca bagus," ungkapnya.

BACA JUGA