Uang Kayu Belum Dibayar, Operator Chain Saw Bongkar Atap Seng Balai Dusun Madobag

Uang Kayu Belum Dibayar Operator Chain Saw Bongkar Atap Seng Balai Dusun Madobag Atap bagian depan Balai Dusun Madobag di Desa Madobag, Siberut Selatan, Mentawai yang sudah bolong. (Foto: Hendrikus/Mentawaikita.com)

MADOBAG-Martinus Burau membongkar atap seng Balai Dusun Madobag di Desa Madobag Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Senin (17/5/2021). Martinus mengaku mengambil seng tersebut karena uang beli kayu untuk bangunan balai dusun belum dibayarkan Pemerintah Desa kepadanya selaku operator chain saw (tukang gergaji mesin).

"Benar saya telah melakukan pembongkaran seng Balai Dusun Madobag sebanyak 2 kodi sesuai dengan uang beli kayu yang belum dibayarkan kepada saya senilai Rp2,6 juta,dengan jumlah kayu 1,5 kubik, dimana harga kayu Rp1,8 juta /kubik,itulah uang saya yang belum dibayarkan oleh Pemerintah Desa Madobag lewat  pemegang tender balai yang dibangun sejak tahun 2019 lalu," kata Martinus Burau kepada Mentawaikita.com Senin,(17/5/2021).

Martinus mengaku sudah menunggu dua tahun uangnya dibayar namun karena tak ada respon akhirnya memutuskan mengambil seng sebagai pengganti uangnya. “Yang saya bongkar bukan semua seng tapi secukup uang saya, dari awal sampai sekarang reaksi mereka melunasi uang saya tidak ada, kata mereka terus menunggu termin  anggaran tahap baru tapi sampai sekarang belum dibayarkan,”katanya

"Alasan kepala tukang , bendahara desa belum membayar kepada kepala tukang balai, katanya tanya dulu sama Pak Desa pendapatnya seperti apa ,tentu saya sudah nampak dipermainkan jadinya, alasan Pak Desa kita tunggu aja kapan cair anggaran, baru n kami melunasi uangmu, saya jawab oke ,setelah anggaran keluar tidak ada respon mereka melunasinya, akhirnya seperti ini tindakan yang punya hak," kata Martinus.

Dia berjanji akan memasang kembali atap seng Balai Dusun jika uang kayunya dibayarkan Pemerintah Desa. 

BACA JUGA