Tak Pakai Masker, 50 Orang Terjaring Razia OPS Yustisi Gabungan di Sikakap

Tak Pakai Masker 50 Orang Terjaring Razia OPS Yustisi Gabungan di Sikakap Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi didampingi Camat Sikakap, Victor sedang memberikan arahan tentang Perda Adaptasi Kebiasaan Baru. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP--50 orang pengguna jalan raya di Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai terjaring razia Operasi Yustisi gabungan di Depan Kantor Camat Sikakap dan Posko Covid 19 Dusun HVA, Senin (3/5/2021).

Razia OPS Yustisi gabungan yang dilakukan oleh TNI-POLRI, Satpol PP dan Satgas Covid 19 dalam rangka menegakkan Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Pandemi Covid-19 di Indonesia belum berakhir untuk itu diimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, bagi yang melanggar protokol kesehatan seperti tidak pakai masker waktu keluar rumah akan didenda," kata Victor, Camat Sikakap, Senin (3/5/2021).

AKP Tirto Edhi, Kapolsek Sikakap, mengatakan, razia OPS Yustisi gabungan ini akan dilakukan rutin tiga kali dalam seminggu. Bagi yang terjaring razia hari ini akan dikirim datanya ke Sistem Informasi Pelanggar Perda ( SIPELADA),  Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru kalau terjaring razia ketiga kalinya maka akan didenda Rp100 ribu, kalau terjaring lagi keempat kalinya maka denda naik menjadi Rp250 ribu, kalau tidak sanggup membayar denda maka di kurung tiga hari di Polsek Sikakap.

Polsek Sikakap sudah menyediakan tempat kurungan bagi pelanggar Perda No. 6/ 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru.

“Kepada masyarakat pakailah terus masker supaya kita terhindar dari penyebaran penularan virus Covid-19, bila ada razia baru pakai masker, itu salah sebab virus Covid-19 tidak tahu dimana dan kapan menularnya,” katanya.

BACA JUGA