Petahana Tak Lolos Verifikasi Calon Kades Madobag

Petahana Tak Lolos Verifikasi Calon Kades Madobag Berita acara penetapan calon kepala desa Madobag (Foto : Hendrikus/MentawaiKita)

MADOBAG-Sebanyak 8 bakal calon (balon) kepala desa mendaftar pada pemilihan kepala desa (Pilkades) Madobag, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun ini. Dari 8 orang yang mendaftar, tiga orang dinyatakan tidak lolos seleksi salah satunya Robertus Sakulok yang saat ini menjadi kepala desa Madobag.

Robertus Sakulok yang merupakan calon petahana dinyatakan tidak lolos oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Madobag karena bobot nilai yang dimiliki tidak cukup bersaing dengan balon lainnya. 

Ketua P2KD Madobag, Emilius Salakkopak mengatakan selain Robertus Sakulok, dua orang balon yang tidak lolos yakni Antonius Sanambaliu yang merupakan mantan kades Madobag dan Batip Kunen.Selasa,(27/4/2021 

“Petahana atas nama Robertus Sakulok tidak lolos seleksi setelah dilakukan pembobotan kenaknya dipengalaman kerja nilai keseluruhan mulai dari pengalaman dan pendidikan, Robertus mendapat nilai pengalaman kerja hanya 11, yang bersaing dengan Ilarius nilai (16), dan Fransiskus nilai (16) maka gugurlah Robertus Sakulok, maka Ilarius dan Fransiskus ada kesempatan di posisi 4 dan 5 calon kepala Desa Madobag,” kata Emilius kepada MentawaiKita.com, Kamis (29/4/2021).

Sementara bakal calon yang ditetapkan pada Selasa (27/4/2021) menjadi calon kepala desa Madobag yakni Fanisius Saguruwjuw, Yohannes, Janokerei, Ilarius dan Fransiskus.

Emilius mengatakan 5 bakal calon yang lolos seleksi mengacu pada Perbup No.15 Tahun 2021 tentang pelaksanaan pilkades pasal 15 yang mengatur tentang pembobotan nilai mulai dari pasal 6-11.

"Jadi panduan kita ada di Perbub No. 15 tidak mengada-ngada, sebenarnya kita inginnya calon petahana ini masuk namun aturan tetap aturan, dan tugas kita jalankan dengan baik sesuai dengan aturan, jadi tak sistem saudara, siapapun dia kalau aturan yang berbicara kita jalankan, dan kita seleksinya sangat teliti dan hati-hati, jadi waktu seleksi itu kami sampai malam koreksi berkas bakal calon ini," kata Emilius Salakkopak.


BACA JUGA