Banyak Data Ganda, Baru 375 Keluarga yang Menerima BPNT di Pagai Utara

Banyak Data Ganda Baru 375 Keluarga yang Menerima BPNT di Pagai Utara Salah seorang penerima BPNT Kecamatan Pagai Utara lagi mengambil sembakonya (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP—Pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi Keluarga Penerima Manfaat  di Kecamatan Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai dilakukan beberapa gelombang karena masih adanya penerima ganda. 

Dari 648 warga yang terdaftar sebagai penerima bantuan, pemerintah baru mencairkan untuk 375 keluarga penerima. Pemerintah masih melakukan verifikasi dan perbaikan data. "Di Kecamatan Pagai Utara yang terdaftar penerima BPNT tahun 2020 sebanyak 648 KPM, yang keluar baru 375 KPM sementara yang belum keluar 273 KPM, sekarang ini kita dari pendamping BPNT masih melakukan perbaikan data penerima BPNT," kata Ipantri, pendamping BPNT Kecamatan Pagai Utara, Sabtu (17/4/2021).

Lebih Lanjut Ipantri menyebutkan, perbaikan data penerima BPNT disebabkan karena ada beberapa penerima BPNT yang ganda mendapat bantuan. Misalnya satu nama menerima BPNT sekaligus bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). “Data itu yang akan kita perbaiki, penerima ganda akan mendapat bantuan satu program saja,” katanya. 

Karena ada perbaikan data maka Kementerian Sosial sudah mengeluarkan empat tahap atau gelombang data penerima di Kecamatan Pagai Utara. Tahapan pertama keluar 14 KPM, tahapan kedua 213 KPM, Tahapan ketiga 62 KPM, dan tahapan keempat 86 KPM.

Besar dana BPNT diterima oleh KPM Rp200 ribu per bulan yang dibelikan ke sembako berupa sembako seperti beras, telur, ayam dan sayur-sayuran dengan besar belanja Rp200 ribu. BPNT yang keluar sekarang untuk periode Maret dan April.

"Bagi penerima BPNT yang belum keluar tetap akan diproses untuk itu tetap bersabar, kecuali yang penerima ganda akan dicoret salah satu salah satu namanya sebagai penerima bantuan dari Kemensos," katanya.

Zullinda (50), salah seorang penerima BPNT di kecamatan Pagai Utara, menyebutkan, dari Januari sampai April belum menerima bantuan sembako atau BPNT. “Bantuan BPNT saya terima sejak tahun 2019, pencarian tahun 2019 sampai 2020 lancar-lancar saja, sementara di tahun 2021 belum saya terima sama sekali,” katanya.

"Adanya bantuan BPNT dapat membantu sekali keluarga saya, walaupun kecil tapi besar manfaatnya, untuk itu saya berharap kepada pemerintah agar dapat mengeluarkan bantuan BPNT saya kembali, saya tahu belum masuknya uang di kartu BPNT saya karena selalu saya cek di agen Briline di Sikakap," katanya.


BACA JUGA