10 Bakal Calon Kades Mendaftar di P2KD Matobe 

10 Bakal Calon Kades Mendaftar di P2KD Matobe  Anggota P2KD Matobe lagi menunggu Bakal Calon Kepala Desa Matobe untuk mendaftar. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP-Sejak di buka pendaftaran 5 April lalu sampai Selasa 13 April sebanyak 10 orang Bakal Calon Kepala Desa Matobe, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai yang sudah mendaftar untuk Pemilu 16 Juni 2021 mendatang.

Sepuluh bekal calon kepala Desa Matobe yang sudah mendaftar tersebut yakni Ferdinand Salamanang, Parlongginnus Lea, Salbator Sakoikoi, Elrius Sakoikoi, Kristianto Saogo, Rano Karno, Rudi Hartono, Alde Bakri Saogo, Justianus Sababalat, dan Silvanus

"Pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa Matobe dibuka sejak 5 April sampai Selasa 13 April pukul 16.00 WIB. Hari ini sebanyak 10 bakal calon kepala Desa Matobe yang sudah mendaftar,  dari 10 orang bakal calon yang mendaftar tersebut akan disaring menjadi 5 orang Calon Tetap (CT) yang akan bertarung nanti pada Pilkades 16 Juni,"kata Sisnor, anggota P2KD Matobe kepada Mentawaikita.com, Selasa (13/4/2021).

Lebih lanjut Sisnor, menyebutkan, sesuai Peraturan Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai nomor 15 tahun 2021 bagi anggota BPD dan aparatur desa yang sudah ditetapkan menjadi calon tetap  wajib mengundurkan diri.

Tanggal 14-27 April P2KD akan melakukan penelitian berkas atau verifikasi berkas Balon Kepala Desa Desa Matobe.

Tanggal 28-30 April pengumuman Calon Tetap (CT) Kepala Desa Matobe, tanggal 1-3 Mei masa senggang atau masa keberatan bagi balon kepala desa yang tidak lulus dalam penelitian berkas atau verifikasi berkas, keberatan tersebut di arahkan kepada P2KD Matobe.

Sementara masa kampanye tanggal 5 sampai 12 Juni, tanggal 13 Juni masa tenang, dan tanggal 16 Juni pemilihan kepala Desa Matobe dimulai pukul 07.00 WIB sampai 14.00 WIB.

Calon tetap kepala desa paling banyak 5 orang, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kepulauan Mentawai Nomor 9 tahun 2017 tentang pemilihan kepala desa, ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi oleh calon kepala desa yakni, pertama Warga Negara Indonesia (WNI). Kedua bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ketiga memegang teguh dan mengamalkan pancasila,  melaksanakan Undang-undang Dasar 1945, serta mempertahankan dan memelihara keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka tunggal Ika.

Keempat pendidikan paling rendah SMP atau sederajat. Kelima berusia paling rendah 25 tahun pada saat pendaftaran. Keenam bersedia bertempat tinggal di pusat desa tempat pemilihan. Ketujuh tidak sedang menjalani hukuman pidana penjara.

Delapan tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam pidana penjara paling singkat 5 tahun atau lebih, kecuali 5 tahun setelah selesai menjalani pidana penjara dan mengumumkan secara jujur dan terbuka kepada publik bahwa yang bersangkutan pernah dipidana serta bukan pelaku kejahatan yang berulang-ulang.

Sembilan tidak dicabut hak pilihnya sesuai dengan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Sepuluh berbadan sehat dan bebas narkoba yang  di keluarkan oleh dokter di puskesmas atau rumah sakit. Sebelas tidak sedang menjadi pengurus salah satu  partai. Dua belas tidak pernah sebagai kepala Desa selama 3 tahun masa jabatan.

Jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Desa Matobe sebanyak 6 lokasi tersebar di 12 Dusun yakni TPS 1 Dusun Polaga dengan Dusun Mangaugau. TPS 2 Dusun Bubuakat dengan Dusun Bubukra. TPS 3 Dusun Sarera dengan Dusun Kaleuk. TPS 4 Dusun Tunang, Mangkilat dan Tak Monga. TPS 5 Dusun Cempungan dan TPS 6 Dusun Makukuet dengan Dusun Panatarat.

Karena Bakal Calon Kepala Desa Matobe yang sudah mendaftar sementara sekarang lebih dari 5 orang, sesuai Peraturan Bupati (Perbup) nomor 3 tahun 2021 sebelum penetapan Calon Tetap (CT) kepala Desa dilihat pendidikan, kalau pendidikan SMP dan SMA maka diberi bobot nilai 4 poin, pendidikan D2 sampai D3 diberi bobot nilai 5 poin, pendidikan D4 sampai S1 diberi bobot nilai 6 poin, dan S2 sampai S3 diberi bobot nilai 7 poin.

Begitu juga pengalaman kerja di instansi pemerintahan sangat menentukan juga dalam menetapkan CT, pengalaman kerja 0 tahun sampai 5 tahun diberi bobot nilai 4 poin, pengalaman kerja 5 tahun sampai 10 tahun diberi bobot nilai 5 poin, pengalaman kerja 10 tahun sampai 15 tahun diberi bobot nilai 6 poin, dan pengalaman kerja 15 tahun keatas diberi bobot nilai 7 poin, sementara pengalaman kerja di swasta tidak dihitung.

"Kalau semua bobot nilai sama, pendidikan sama maka umur tertua yang berpeluang menjadi CT kepala Desa, maka terjadilah perangkingan umur mulai dari tertua sampai termuda, lima umur tertua maka ditetapkan menjadi CT kepala Desa,"jelasnya.

Rano Karno, salah seorang Bakal Calon Kepala Desa Matobe, mengatakan, dia sudah mendaftar di P2KD Desa Matobe Senin (12/4). 


BACA JUGA