Kapal Tak Berlayar Pisang Petani Siberut Terancam Membusuk

Kapal Tak Berlayar Pisang Petani Siberut Terancam Membusuk Pisang menumpuk di rumah penampung akibat badai pisang tidak bisa dibawa ke Padang. (Foto: Hendri/Mentawaikita.com)

PURO-Akibat badai dan kapal tak berlayar di Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai membuat puluhan tandan pisang milik penampung dan masyarakat tak terbawa ke Padang, akibatnya pisang masyarakat terancam membusuk.

"Sejak kapal  Gambolo tidak masuk pada hari Sabtu (3/4) karena badai membuat puluhan pisang yang kami tampung milik masyarakat tak bisa dibawa ke Padang, pisang yang saya tampung dari Dusun Tiop Desa Katurei sebanyak 30 tandan, belum terjual dan masih ada di rumah, infonya kapal akan masuk pada Kamis ini, kalau cuaca sudah bagus," kata Enni (40) penampung Pisang di Puro kepada Mentawaikita.com, Minggu,(4/4/2021).

Enni berani menampung pisang itu lantaran tidak tahu kapal akan menunda kedatangannya ke Siberut. Pada Jumat (2/4) baru dapat info kapal tidak berlayar. Pada saat itu warga sudah ada yang membawa pisang dengan perahu pongpong, ada satu masyarakat Tiop menitip pisang jualannya di tempatnya.

“Ada sekitar tiga pongpong lagi balik ke Tiop karena mendengar kapal tidak masuk, namun sudah disayangkan pisang balik, minyak mereka habis tanpa membawa uang, mudah-mudahan Kamis atau Minggu depan kapal sudah masuk pisang pun terjual kembali,” katanya.

Untuk harga pisang super akan dibeli seharga Rp50 ribu per tandan kalau yang kecil akan digabung misalkan dua tandan menjadi hitungan pisang super tergantung besarnya. “Warga sudah banyak yang menjual pisang dan mereka sudah memulai menanam kembali sebab pisang sudah laku kembali, setelah pandemic Covid-19 mulai berkurang," kata Enni

Rafael (38) petani pisan mengatakan pada Jumat lalu dia memanen pisang di ladang sekitar 10 tandan tidak terlalu besar, setelah sampai di Puro pisang diturunkan dan mereka tanya kapal tidak masuk karena badai, untuk sementara pisang itu dititip di rumah warga Puro agar tidak cepat rusak, kalaupun kapal masuk nanti pisangnya masih bagus.

"Saya sendiri tidak tahu kapal tidak masuk karena selama ini kapal dari Padang berlayar lancar, namun memang kapal tidak masuk karena badai dan belum tahu kapan akan masuknya,” ungkapnya.

BACA JUGA