Warga Bekkeiluk Buka Lahan 10 Hektar untuk Tanam Pinang dan Pisang

Warga Bekkeiluk Buka Lahan 10 Hektar untuk Tanam Pinang dan Pisang Warga Bekkeiluk beristirahat setelah kelelahan membuka ladang seluas 10 hektar (Foto : Dok.Nahum)

MUNTEI-Warga Berkkeiluk, Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai membuka lahan seluas 10 hektar untuk menanam pinang dan pisang.

Kepala Dusun Bekkeiluk, Stefanus Nahum, mengatakan lahan pertanian tersebut akan dikelola sebanyak 26 kepala keluarga. Ia mengatakan mereka sengaja memilih pinang dan pisang sebab kedua komoditi tersebut laku di pasaran. 

“Warga sudah menanami lahan itu dan kini tinggal menunggu tanamannya berbuah,” kata Stefanus kepada MentawaiKita.com, Sabtu (20/3/2021).

Bibit pinang yang mereka tanaman dari bantuan Yayasan Citra Mandiri Mentawai dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Mentawai. Menurutnya pinang menjadi tanaman primadona saat ini sebab harganya saat ini Rp13 ribu per kilogram sementara pisang dibeli pedagang lokal Rp15 ribu per tandan. Tapi jika pisang medan yang dijual maka harganya mencapai Rp40 ribu per tandan di Muara Siberut, pusat kecamatan.

Menurut Stefanus, rata-rata sehari pisang yang dijual ke penampung lokal sebanyak 20 kilogram sementara pisang tergantung kapasitas muatan pongpong.

Selain membuka lahan 10 hektar, warga Bekkeiluk juga membuka lahan seluas 5 hektar khusus menanam pala dan pinang pandan wangi.

 “Lahannya sudah dibersihkan dan tanah yang kami gunakan tanah suku Sagulu bukan tanah orang lain makanya tidak sulit, dan bibit pinang pandan wangi sudah tersedia 520 masing-masing keluarga akan mendapat jatah 20 batang, sedangkan pala dan cengkeh masing-masing anggota 20 batang juga,” ujarnya.

Menurut Nahum model pertanian warga saat ini lebih terfokus dan mulai mengkolaborasikan perladangan modern terutama dalam hal pemilihan komoditi.

“Untuk bertani dulu belum jelas dan belum menghasilkan uang sebab kalau orang tua dulu lebih banyak menanam durian, langsat, sagu, dan tanaman tua lainnya sehingga jika berbuah hanya dimakan untuk keluarga, dan batangnya bisa digunakan untuk alat tukar antar masyarakat dan kepentingan adat dan kepentingan lainnya, maka sejak saat ini apa salahnya untuk bertani fokus," katanya.

Kepala Desa Muntei, Agustinus menyebutkan mengatakan, untuk membantu petani mendapatkan bibit, pihaknya menargetkan dana sebanyak Rp200 juta untuk 31 kelompok tani yang saat ini sedang mengurus proposal yang anggarannya diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

"Untuk Dusun Bekkeiluk kita telah membantu kelompok pisang medan dengan anggaran 30 juta pada tahun 2020 lalu, dan lahannya pun telah dibuka dan sudah ditanami masing masing kepala keluarga akan membuka lahan setengah hektar, dan bibit-bibit pinang bantuan dari Yayasan Citra Mandiri Mentawai telah mereka tanam sudah tumbuh, tidak hanya itu warga Bekkeiluk juga mendapat bibit pinang dari Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Mentawai berupa pala 1000 batang, cengkeh 2.500 batang, pinang 2.000 batang, peralatan tangki, parang, cangkul, dan pupuk, bantuan ini pun sudah mereka terima,"kata Agustinus. 


BACA JUGA