Pemilik Kartu Kartu Keluarga Sejahtera Belum Menerima Sembako Dari Pemerintah.

Pemilik Kartu Kartu Keluarga Sejahtera Belum Menerima Sembako Dari Pemerintah Rapat korwil kabupaten dengan pihak BRI (Foto: ist)

SIBERUT SELATAN-Sebanyak 103 Pemilik bantuan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kecamatan Siberut Selatan kabupaten Kepulauan Mentawai belum menerima bantuan sembako dari pemerintah sebab kartu belum diaktifkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI), hingga saat ini masih tahap koordinasi antara Dinas Sosial Mentawai dan Pihak BRI.

"Jumlah KKS semuanya 107, namun yang diambil baru 103 KKS, tinggal 4 kartu lagi di BRI belum diambil, saat ini kita lagi pengupayaan untuk solusi bagi mereka yang mendapatkan bantuan KKS di tahun 2020, Korwil kabupaten Ihsan Tatubeket telah melakukan rakor di Kanwil Bank BRI Provinsi Sumbar, terkait Perkembangan KKS yang telah terdistribusi tahap II tahun 2020, dan inilah yg kita tunggu hasilnya sampai sekarang," kata Barnabas Pendamping KKS Kecamatan Siberut Selatan kepada Mentawaikita.com selasa,(16/3/2021).

Katanya, saat ini sedang menunggu hasilnya, artinya KKS yang terdistribusi tahun 2020 bisa saja saldonya terhitung Januari tahun 2021, mudah-mudahan entah April ini bisa aktif kartu, yang jelas kartu ibu-ibu itu bisa diaktifkan. "Jadi ini menjadi doa dan harapan kita semua, Mudah-mudahan walaupun lama tapi kartu KKS ini bisa diaktifkan, dan bisa diterima manfaatnya oleh ibu-ibu kita, dan kami tetap berjuang,” katanya.

Sementara salah seorang warga Madobag yang telah didata dari bantuan KKS ini Susanna (45) meski sudah didata tapi dia tidak mendapatkan KSS tersebut. Katanya pada tahun 2020 lalu waktu itu kepala dusun mengurus dan mengumpulkan data, waktu itu kata pemerintah desa akan ada bantuan sembako yang disebut Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan semuanya dikumpulkan mulai dari KK,dan KTP.

“Saya sudah lupa sebab ini sudah lama, semua kami kumpulkan dan pendamping pun datang untuk mengambil dan diserahkan ke dinas terkait, dan kami tunggu kabarnya akan ada bantuan tersebut, namun tak kunjung datang dengan alasan mereka persyaratan kami terlambat diberikan makanya tak sempat diurus,” katanya.

Sampai saat ini kata Susana belum dapat KKS, kata warga lain kartu itu sudah ditangan pendamping namun belum aktif, isi bantuan di dalamnya belum ada. “Saya saat ini cuma dapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dananya akan cair 3 bulan sekali dan saya terima hanya Rp200.000 kalau sembako berupa beras dan telur saya belum dapat sama sekali," kata Susanna.

Warga lainnya juga, Rianto (28) menanggapi soal bantuan itu, isu bantuan Program KKS ini sudah sejak tahun 2020 lalu dan sudah lama, persyaratan untuk mendapat bantuan itu sudah diurus sudah diserahkan ke dusun dan pendamping, berupa KK dan KTP, sebagai calon penerima masih menunggu kartu tersebut, dan sampai saat ini belum diberikan.

"Bantuan yang saya dapat belum ada, di program Keluarga Harapan pun saya tidak dapat sembako, sebab KKS inilah kami tunggu infonya ada bantuan berupa sembako, namun itu hanya cerita saja, karena belum adanya info yang pastinya sebab ini sudah tahun 2021 di bulan maret, cukup lama dan kami sebenarnya sudah lupa dengan bantuan itu hanya butuh kepastian saja," kata Rianto. 


BACA JUGA