Akses Jalan Sulit, Nelayan Butuh 3 Jam Jalan Darat Bawa Hasil Tangkap ke Pasar

Akses Jalan Sulit Nelayan Butuh 3 Jam Jalan Darat Bawa Hasil Tangkap ke Pasar Edison Saogo (39), warga Dusun Tumalei, Desa Silabu Kecamatan Pagai Utara, Mentawai menempuh waktu 3 jam perjalanan darat demi menjual hasil tangkap laut ke pasar Sikakap. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)kakap

SIKAKAP—Edison Saogo (39), seorang nelayan asal Dusun Tumalei, Desa Silabu, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai harus menempuh waktu 3 jam perjalanan dengan sepeda motor ke Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap untuk menjual hasil tangkap seperti gurita dan ikan.

Menurut Edison, di dusunnya tidak ada penampung ikan sehingga dia harus membawa  hasil tangkap ke pasar di Desa Sikakap tiga kali seminggu, berangkat pukul 07.00 WIB dan baru sampai di Sikakap pukul 10.00  WIB. Agar ikan atau gurita yang dibawa tetap segar, dia menaruhnya dalam kotak fiber dan diberi es batu.

“Karena saya yang rutin pergi ke Desa Sikakap, selain membawa hasil tangkap sendiri saya juga membawa hasil tangkap teman-teman sekampung,” katanya kepada Mentawaikita.com, Selasa (16/3/2021).

Edison menjual gurita hasil tangkapannya Rp35 ribu per kilogram, sementara ukuran kecil mulai 1 - 9 ons harganya Rp15 ribu per kilogram, sedangkan harga ikan tergantung jenis ikannya. “Setelah gurita atau ikan terjual saya langsung beli batu es, dan kebutuhan lainnya, lalu pulang kembali ke kampung,” katanya.

Tahun ini hasil tangkap Edison jauh berkurang terutama gurita dibanding tahun sebelumnya. Kalau tahun 2018 hingga 2019, tiap kali ke Desa Sikakap, gurita yang dibawa paling sedikit 100 kilogram yang dibawa menggunakan dua sepeda motor atau boat. Namun tahun ini gurita yang dibawa paling 40-50 kilogram.

"Apa boleh buat pak, setelah tsunami 2010 lalu, satu-satunya mata pencarian kami sekarang adalah pergi ke laut, walaupun ada sedikit rasa ketakutan tetap harus dijalankan, kalau tidak dengan apa kami menghidupi istri dan anak, harapan kami kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai supaya jalan darat dirabat beton di setiap dusun, desa dan kecamatan," katanya.

BACA JUGA