Kasus Dugaan Pencabulan di Bosua Atas Suka Sama Suka Tidak Menghilangkan Unsur Pidana

Kasus Dugaan Pencabulan di Bosua Atas Suka Sama Suka Tidak Menghilangkan Unsur Pidana Ilustrasi

PADANG-Kasus yang menjerat AS (22) di Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai dugaan pencabulan tidak akan menghilangkan unsur pidana yang dilakukan oleh AS terhadap anak di bawah umur, hal itu dikatakan Legal Officer Yayasan Citra Mandiri Mentawai dan Direktur Citra Mandiri Law Firm, Surya Purnama kepada Mentawaikita.com, Selasa (2/3/2021).

“Pertama, kita berikan apresiasi kepada Polres Mentawai yang terus memproses kasus ini. kedua, terkait dengan perdebatan di media sosial yang menyatakan bahwa tersangka dan korban melakukannya atas dasar suka-sama suka tidak akan menghilangkan unsur pidana pencabulan/pemerkosaan yang menimpa korban karena merupakan delik biasa,” terangnya.

Berita Terkait: 

Pemuda dari Bosua Diduga Cabuli Anak Di Bawah Umur Hingga Hamil 8 Bulan

Surya juga menambahkan  kalau melihat dalam UU perlindungan Anak berserta dengan perubahan-perubahanya, yang dianggap anak adalah seseorang yang berusia dibawah 18 tahun dan seluruh haknya dilindungi oleh Undang-undang karena dianggap belum cakap hukum.

“Dengan alasan apapun (seperti berjanji akan menikahi, dilakukan atas dasar suka-sama suka, dan alasan lainnya) tidak akan menghilangkan unsur pidana yang dilakukan oleh AS,” tegasnya.

Seperti berita sebelumnya sampai saat ini korban telah hamil kira kira 8 bulan dan tidak ada tanda-tanda tersangka akan bertanggung jawab, akibatnya orang tua korban tidak senang dan melaporkan ke SPKT Polres Kepulauan Mentawai. “Laporan polisi yang diterima itu dengan  nomor : LP / 11 / II / 2021 / SPK B tanggal 23 Februari 2021,” katanya, Kasat Reskrim Polres Kabupaten Kepulauan Mentawai, Iptu Irmon.

Kini AS dijerat Pasal 81 ayat 1 jo pasal 82 ayat 1 jo pasal 76 D jo pasal 76 E undang undang RI No. 23 thn 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang undang jo pasal 64 ayat 1 KUHPidana

BACA JUGA