Gelombang Tinggi, Nelayan Tradisional Sikakap Tidak Dapat Melaut

Gelombang Tinggi Nelayan Tradisional Sikakap Tidak Dapat Melaut Akibat badai dan hujan beberapa perahu nelayan terbenam di tambatan perahu lokasi perikanan Sikakap. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP-Badai dan gelombang tinggi yang diperkirakan sekira 2 meter sampai 3 meter di perairan Mentawai membuat nelayan tradisional di Desa Sikakap tidak berani turun melaut.

"Sudah tiga hari saya tidak turun ke laut, mulai Rabu (24/2) sampai sekarang, hal ini disebabkan angin kencang dan gelombang tinggi yang diperkirakan 2 meter sampai 3 meter,"kata Yola (30), nelayan tradisional Sikakap, Jumat (26/2/2021).

Lebih lanjut Yola menyebutkan, angin kencang disertai hujan lebat tiba-tiba saja datangnya, kalau dipaksakan pergi ke laut bisa-bisa perahu pecah akibat dihantam ombak.

"Lebih baik tunggu sampai badai dan ombak reda baru pergi ke laut, untuk sementara apa yang bisa dikerjakan di darat seperti memburu atau bertukang yang penting dapur tetap berasap,"katanya.

Marta (46), nelayan lain, menambahkan dari hari Rabu (24/2/2021) sampai sekarang angin begitu kencang sekali, itupun disertai dengan ombaknya.

akibat angin dan gelombang tinggi yang diperkirakan 2 meter sampai 3 meter di perairan Mentawai menyebabkan para nelayan tradisional tidak bisa melaut.

"Apa lagi sekarang ini mencari ikan sudah susah, sekarang ini para nelayan tradisional terpaksa harus memulai untuk mencari ikan, satu kali memulai menelan waktu satu Minggu pulang pergi dengan modal mencapai Rp1 juta lebih, untuk beli BBM, batu es, dan alat tangkap,"katanya. 

Indra, nelayan tradisional menambahkan, angin sekarang musim angin barat laut dan utara, kalau dua musim angin itu akan disertai dengan angin kencang dan gelombang tinggi, tinggi gelombang mencapai 2 meter sampai 3 meter, apalagi kalau air laut mau naik ombak pun ikut besar.

"Akibat hujan lebat setiap sebentar terpaksa harus menimba air hujan yang masuk ke perahu setelah hujan reda, dalam satu hari bisa menimba air dua sampai tiga kali, kalau tidak di timba air di dalam perahu akan terbenam, selama musim badai pekerjaan yang bisa dilakukan memperbaiki alat tangkap seperti memperbaiki jaring dan lainnya," tuturnya. 


BACA JUGA