Dua Desa di Sikakap Bersiap Laksanakan Pilkades, Begini Persyaratannya

Dua Desa di Sikakap Bersiap Laksanakan Pilkades Begini Persyaratannya Camat Sikakap, Victor (Foto : Supri/MentawaiKita)

SIKAKAP—Dua desa di Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai bersiap menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada Juni 2021. Dua desa tersebut yakni Matobe dan Taikako.

"Di Kecamatan Sikakap dari tiga desa yakni Desa Matobe, Desa Sikakap, dan Desa Taikako, dua desa akan melaksanakan pemilihan kepala desa di bulan Juni nanti yakni Desa Matobe dan Desa Taikako," kata Victor, Camat Kecamatan Sikakap kepada Mentawaikita.com, Selasa (23/2/2021).

Victor menyebutkan desa yang akan melakukan Pilkades sedang melakukan tahapan awal yakni membentuk Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) yang beranggotakan 5 orang. Anggota P2KD, kata Victor, dapat berasal dari unsur Pegawai Negeri Sipil (PNS), staf pemerintahan desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.

Sementara bakal calon kepala desa harus memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Pasal 4  Ayat 1 Peraturan Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai (Perbup) Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Tahapan Pemilihan Kepala Desa yakni :

  1. Warga negara Republik Indonesia
  2. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  3. Memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta mempertahankan dan memelihara keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia dan bineka tunggal ika
  4. Berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah pertama atau sederajat
  5. Berusia paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun pada saat mendaftar
  6. Bersedia dicalonkan menjadi Kepala Desa
  7. Bersedia bertempat tinggal di pusat Desa tempat pemilihan
  8. Tidak sedang menjalani hukuman pidana penjara
  9. Tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling  singkat 5 (lima) tahun atau lebih, kecuali 5 (lima) tahun setelah selesai menjalani pidana penjara dan mengumumkan secara jujur dan terbuka kepada publik bahwa yang bersangkutan pernah dipidana serta bukan sebagai pelaku kejahatan berulang-ulang

“Calon kepala desa tidak harus masyarakat setempat, bisa dari mana saja, asalkan bila terpilih nanti menjadi kepala desa bersedia tinggal di desa dimana dia mencalonkan diri menjadi kepala desa, dengan membuat surat pernyataan yang isinya bersedia menetap atau tinggal di desa seandainya terpilih menjadi kepala desa,” kata Victor.

Victor menyebutkan calon kepala desa maksimal lima orang, jika calon yang mendaftar lebih dari lima orang maka jenjang pendidikan salah satu penentu dalam penetapan calon.

“Jenjang pendidikan tertinggi akan diberikan prioritas utama dalam penetapan calon kepala desa, selain pendidikan pengalaman berorganisasi sangat perlu juga, terutama sekali apakah dia bakal calon kepala desa pernah menjabat dalam kepemerintahan desa seperti menjadi anggota BPD, kepala dusun, kepala desa atau lainnya,” ujarnya.

Victor berharap kepala desa yang terpilih nanti menjadi pemimpin bersama bukan sebatas kelompok. Kepada P2KD, ia berpesan untuk bersikap independen dalam menjaring calon dan saat pemilihan nanti.


BACA JUGA